welcome
Showing posts with label kedungjati. Show all posts
Showing posts with label kedungjati. Show all posts

Sunday

Jalur KA Kedungjati-Tuntang tak Difungsikan 36 Tahun

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dirjen Prasarana Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Arief Heriyanto mengatakan, jalur kereta api (KA) lintas Kedungjati-Tuntang di Kabupaten Semarang Jawa Tengah telah lama redup dan hingga kini tidak dimanfaatkan.

Seperti diketahui, Perjanjian kerja sama (PKS) reaktivasi jalur kereta api (KA) lintas Kedungjati-Tuntang Kabupaten Semarang Jawa Tengah telah ditandatangani,  di Gedung Lawangsewu Semarang.

PKS yang ditandatangani Direktur Prasarana Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Arief Heryanto, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Jateng Urip Sihabuddin, dan Sekretaris Perusahaan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Yayat Rustandi itu sebagai tindaklanjut dari kesepakatan bersama (MoU) pada 14 Januari 2013 lalu.

"Tahun ini penyusunan rewiew detailed engineering design (DED), termasuk jembatan, stasiun, serta fasilitas operasi lintas KA Kedungjati-Tuntang selesai," kata Dirjen Prasarana Perkeretaapian Kemenhub Arief Heryanto kepada Tribun Jateng

Pemerintah Siapkan Rp 600 Miliar untuk Reaktifasi Jalur Tuntang-Kedungjati

TRIBUNJATENG, UNGARAN - Pengerjaan jalur Tuntang-Kedungjati sepanjang 30 kilometer akan dimulai 2014. Pemerintah telah menyiapkan anggaran Rp 600 miliar untuk pengaktifan kembali jalur tersebut.
Untuk diketahui jalur kereta Tuntang-Kedungjati telah mati sejak 1970. Saat ini, sebagian besar jalur rel telah beralih fungsi menjadi rumah.
"Sebanyak 30 warga sudah paham bila tanah yang ditempati adalah tanah milik PT KAI. Warga pun ingin jalur kereta diaktifkan kembali. Adanya jalur tersebut, diharapkan pertumbuhan ekonomi semakin bagus," kata Kabid Perkeretaapian dan Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Dishubkominfo Jawa Tengah, Prasetyo Kentjono, Minggu (6/10/2013).
Prasetyo mengatakan jalur Tuntang-Kedungjati terdapat sekitar 90 jembatan. “Jembatannya kecil-kecil. Jumlah jembatan akan disesuaikan karena tidak harus melewati jembatan tapi bisa ditempatkan gorong-gorong atau lainnya. Kecuali Jembatan Tempuran, Bringin akan ada rekayasa teknik di lokasi tersebut. Pengerjaan jalur Tuntang-Kedungjati selama dua tahun," ujarnya.
Tidak hanya menghidupkan kembali jalur kereta Tuntang-Kedungjati, lanjut Prasetyo, juga akan diaktifkan kembali jalur kereta Stasiun Gudang Poncol -Stasiun Pelabuhan Semarang sepanjang tiga kilometer.
“Dikerjakan setelah jalur Tuntang-Kedungjati selesai. Jalur pelabuhan sudah mendapat izin dari Kementerian Perhubungan dan Dirjen Perkeretaapian,” ujarnya.
Prasetyo mengatakan reaktifasi Jalur Tuntang-Kedungjati difungsikan untuk wisata dan reguler, sedangkan jalur pelabuhan diperuntukkan jalur barang.
“Jalur Stasiun Gudang Poncol-Pelabuhan diharapkan bisa mendukung angkutan jalur darat yakni sebagai jalur alternatif angkutan khusus kontainer dari pelabuhan Tanjung Mas Semarang," ujarnya.

Jalur Kereta Kedungjati-Tuntang Segera Dibuka Kembali

KA Pandanwangi di Stasiun Kedungjati

REPUBLIKA.CO.ID, UNGARAN -- Reaktivasi jalur kereta api heritage Tuntang- Kedungjati akan dimulai tahun 2014. Pemerintah telah menyiapkan anggaran hingga Rp 600 miliar untuk pembebasan lahan di sepanjang jalur rintisan perkeretaapian di Tanah Air ini.
Manager Humas PT KAI Daop IV, Sapto Hartoyo mengatakan, tahun depan, pekerjaan reaktivasi jalur kereta api legendaris ini sudah dapat dimulai. Sesuai rencana, jalur ini akan optimalkan sebagai jalur wisata dan reguler. 
Dengan mengaktifkan kembali jalur kereta api Kedungjati- Tuntang ini, maka akan terkoneksi jalur heritage Kedungjati- Tuntang- Ambarawa,” ujarnya, di Semarang, Senin (30/9).
Selain reaktivasi jalur kereta api lama ini, pada saat yang bersamaan juga dilakukan perluasan dan penambahan fasilitas di Stasiun Kereta Api Willem II (Musum Kereta Api Ambarawa), Kabupaten Semarang.  
Proses sosialisasi dan negosiasi dengan warga yang ada di sepanjang jalur ini masih terus dilakukan. Karena sebagian jalur kereta api ini sudah beralih fungsi menjadi pemukiman dan berbagai tempat usaha warga. 
“Kita berharap proses ini berjalan lancar dan tahun 2014 nanti tahapan pekerjaaan reaktivasi jalur kereta api heritage ini sudah dapat dilaksanakan sesuai jadwal,” tambah Sapto.
Sebelumnya, Kabid Perkeretaapian dan Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Dishubkominfo Jawa Tengah, Prasetyo Kentjono –saat menghadiri perayaan HUT Kereta Api Indonesia (Persero) ke-68 dan Refleksi 140 Tahun Stasiun Ambarawa—juga menyampaikan, sosialisasi sudah dilakukan terkait rencana ini.
Dishubkominfo Provinsi dan Pemkab Semarang serta Pemkab Grobogan telah menggelar sosialisasi kepada masyarakat. Iapun mengamini  banyak jalur rel yang sudah beralih fungsi menjadi rumah yang dihuni warga.
Terkait reaktivasi ini, lanjut Prasetyo, Detailed Engineering Design (DED) rencana reaktivasi jalur kereta dari Tuntang, Kabupaten Semarang menuju Kedungjati, Kabupaten Grobogan akan direvisi. 

Saturday

smp n 1 kedungjati

Untitled
Nama SMPN 1 Kedungjati
NPSN 20313917
Tipe Negeri
Alamat Jl. Perintis Kemerdekaan No 82
Propinsi Jawa Tengah
Kab/Ktmdy Kab. Grobogan
Jenjang SMP
 Kontak
Telepon-
Fax-
Email-
Website-

desa kedungjati, grobogan, jawa tengah, indonesia

 KA Pandanwangi di Stasiun Kedungjati foto: stasiun kedungjati

Kedungjati adalah desa di kecamatan Kedungjati, Grobogan, Jawa Tengah, Indonesia. Desa Kedungjati adalah ibukota dari Kecamatan Kedungjati. Mayoritas penduduknya bekerja di Industri,Proyek bangunan dan Aparatur Negara [[PNS],[guru]]. Struktur tanahnya datar dan berbukit, sehingga tidak ada lahan sawah.terdapat jalur sungai yang bersumber dari rawa pening - Tuntang. Dulunya terhampar jutaan hektare pohon jati dengan kualitas nomor satu,namun sekarang sudah gundul dan udaranya terasa panas. di sini terdapat peninggalan sejarah yaitu Setasiun kereta api yang umurnya sudah lebih dari dua abad,dan cocok buat wisata tempo dulu,harapan semua warga adalah dibukanya kembali jalur kereta api wisata jurusan [kedungjati]-[ambarawa]

BUDAYA ASRAH BATIN DESA NGOMBAK DAN DESA KARANGLANGU KECAMATAN KEDUNGJATI, GROBOGAN, JAWATENGAH

Grobogan. Budaya syarat makna di gelar ratusan warga desa Ngombak dan Karanglangu, kecamatan Kedungjati. Ritual yang di namai Asrah Batin, di warnai arak-arak ratusan warga Desa Karanglangu, menemui desa saudara mereka warga Desa Ngombak di tepi sungai Tuntang.  Sekadar ingin menemui warga Ngombak, arak-arakan warga karang langu yang terdiri atas orang tua dan anak - anak, rela berpanas  panasan melintasi kawasan hutan jati sejauh tujuh kilometer .
“ Ritual ini terkait dengan kepercayaan masyarakat terhadap Kedhana – Kedhini, yaitu Raden Bagus sutejo dan Raden Ayu Roro Mursiah yang merupakan sesepuh kami. Mereka berdua diyakini sbagai pendiri desa Karanglangu dan Desa Ngombak. Sebagai saudara tua Karanglangu sengaja menemui warga Ngombak untuk mempererat  jalinan persaudaraan,” Sebagai pimpinan acara adalah Kepala Desa, Kepala Desa berpakaian jawa lengkap dengan Beskap dan Keris berselip di punggung. Dia berdiri di tepi sungai Tuntang, menungu kedatangan arak – arakan warga desa Karanglangu yang tengah bersiap menyeberang ke barat.
Busana yang di kenakan  tidak terpisahkan dari kisah awal berdirinya desa Ngombak dan Karanglangu, ratusan tahun lalu. Di tepi sungai, hampir serupa,kepala desa Karanglangu bersiap menyeberang juga mengenakan pakaian adat Jawa diikuti rombongan warga. Khusus Kepala Desa Karanglangu, disiapkan Joli ( Tandu) agar tidak basah ketika menyeberang sungai.
Angkat Joli
Belasan Pemuda warga Desa Nombak berotot kekar kemudian mengangkat  Joli menuju ketepian sungai sebelah barat. Kemudian Kepala Desa  Ngombak dengan di dampingi camat Kecamatan Kedungjati dan ratusan warga Ngombak menyambut kedatangan Joli berisi Kepala Desa Karanglangu dengan suka cita. Dari tempat itu rombongan bergerak ke pendopo kepala Desa Ngombak yang berjarak sekitar 300 meter dari sungai. Segala hal berkenaan dengan prosesi itu, akhirnya dijelaskan secara gamblang oleh pranata adicara (pembawa acara), ketika arak – arakan singgah di pendopo/kediaman Kepala Desa Ngombak, Prosesi ini tak lain untuk mengenang Kedhana – Kedhini sebagai cikal bakal desa tempat tinggal mereka. Keduanya adalan kakak beradik yang sempat hidup dengan keprihatinan setelah terusir dari rumah.
Mereka sempat berpisah, meski akhirnya di pertemukan kembali ketika memasuki usia dewasa. Kedhana ketika iti telah berhasil mendirikan Desa Karanglangu, Semantara Kedhini bersusah payah mendirikan Desa Ngombak.
Karena lama tidak pernah berjumpa, mereka jatuh cinta ketika suatu saat bertemu. Hari dan waktu untuk menikahkan telah ditetapkan oleh keduanya,dan akhirnya mereka berencan untuk mengadakan pernikahan. Namun,  Sebelum berlangsung , Kedan merasa ada yang aneh dari calon isrinya. Luka yang sama dengan pelipis sebelah kananya,sedangkan luka yang dimiliki adiknya pelipis sebelah kiri,  Keanehan itu terlihat dari tanda tanda luka di tubuh Kedini yang mirip dimiliki adiknya sewaktu kecil. Keanehan itu pula akhirnyan membuka tabir rahasia mereka sebagai kakak beradik.
Perkawinan itupun  urung di lakukan , meskipun prosesi budaya terus di lestarikan anak cucu dari waktu kewaktu. Di iringi gending Kebo Giro, Kepala Desa Karanglangu mewakili sosok Kedana di pertemukan dengan Kepala Desa Ngonbak mewakili figure Kedhini dalam sebuah prosesi memperingati pernikahan Kedhana – Kedhini yang batal dilakukan.
Setelah Panitra adhicara menceritakan kisah perjalanan dan pengembaraan Kedhana dan Kedhini sehingga menjadikan Desa Ngombak dan Desa Karanglangu, Kemudia acara di lanjutkan yaitu grebeg tumpeng dan grebeg Nasi buntel Botok Nasi Mangut. Yanag kemudian diperebutkan oleh ribuan masyarakat yang dating, yang tidak hanya dari Desa Ngombak Melainkan Dari Desa –desa lain maupun dari luar daerah kabupaten Grobogogan. Dalam sebuah angapan, meyakini bahwa siapa yang berhasil mendapatkan bungkusan Botok Nasi Mangut itu akan memperoleh rejeki yang melimpah dan bisa menyembuhkan orang sakit. Banyak pula mereka menggunakanya untuk di taburkan ke dalam sawah mereka agar menjadi subur. Terlepas dari benar atau tidaknya itu merupakan tradisi budaya yang patut di lestarikan dan di jaga terus menerus.
Gebyuk adalah awal sebelum prosesi berlangsungnya Asrah Batin, Tepatnya dua pekan sebelum Acara Astah Batin. Gebyuk atau Ngkrabyok yang dalam bahasa Indonesia artinya menjaring atau menangkap ikan itu adalah syarat pertama yang harus di laksanakan oleh warga Ngombak. Dilakukan pada hari jumat pukul 14.00 WIB sampai selesai  sekitar sebelum Magrib.Kegiatan ini adalah untuk mencari ikan di sungai Tuntang (Kedung Miri). Berbondong-bondong Tua muda dan anak-anak dengan membawa perlengkapan menangkap ikan yang lengkap, warga Desa Ngombak pun Memadati  Kedung miri, salah satu pusaran sungai yang dalam tersebut. Warga yang laki-laki membawa Jaring,Jala dan ada pula yang menyelam di dasar sungai. Bagi yang perempuan dan ibu-ibu menggunakan Irik( sejenis Serok yang terbuat dari Bambu yang melingkar). Ikan yang paling di utamakan di dapat adalah ikan Mangut, , Ikan yang berbentuk lonjong dan bersisik putih, mirip ikan Wader tersebet adalah sebagai prasarat upacara Asrah Batin. Adpun sebagai tradisi yang tidak lepas dari unsure budaya, agama dan kejawan itu pun di iringi dengan doa-keselamatan dan kemudahan dalam mencari ikan.
Satu minggu setelah prosesi penangkapan ikan menggunakan alat-alat sederhana, kemudian dilanjutkan dengan acara massal yang di namakan dengan TUBHO. Tubho yaitu kegiatan mencari ikan masal yang dilakukan serentak semua warga Desa Ngombak. Yang diikuti ribuan masyarakat dari daerah-daerah lain. Acara ini merupakan panen raya Ikan yang sebelumnya selama dua tahun di jaga agar tidak di buru dengan racun ikan.
Untuk mengawali kegiatan ini,terlebih dahulu Modin(pemangku agama) dan Juru kunci mendatangi pendopo Kepala Desa, adapun dilkukan adalah untuk meminta restu dan kemudian Kepala Desa menyerahkan dua batang pohon Tebu Hitam untuk di bawa ke titik-titik lokasi  yang akan di obati Ikannya. Adapun titik lokasinya adalah tiga tempat, yang pertama di tepi jurang bawah pohon Besar yang meupakan Kedung keramat yang pertama, dekat dengan makam pendiri Desa Ngombak. Dengan melafaskan doa-doa dan tidak lepas dari unsur kejawennya sang Modin dan Juru Kunci memberikan persembahan makanan dan sesajen.
Lokasi persembahan kedua yaitu di Watu  wadas malang (yaitu batu cadas yang membendung setengah sungai). Seperti yang pertama,upacara persembahapun dilakukan.
Menginjak ritual yang terakhir yaitu Titik pusat ritual, Tepatnya di Kedung Tumpeng yang keseluruhan prosesi ini merupakan alur Sungai Tuntang. Kedung tumpeng merupakan titik arus sungai yang memusar yang dalamnya belum pernah bisa di jajaki. Konon dalam sebuah cerita di dalamnya ada lah sebuah Gua yang berpusar sapai KedungMiri. Kemudian  acara ini di lakukan dengan persembahan dan pemotongan Gunungan Tumpeng yang akan di kepada seluruh warga yang mengiringinya. Dan Puncak acara ini adalah TUBHO. Sang Juru Kunci membawa obat ikan yang dimasukan ke dalam Gentong besar, kurang lebih seberat sepuluh kilo gram obat ikan, kemudian di larung ke dalam Kedung untuk di pecahkan. Setelah sang Juru Kunci keluar dari air barulah serentak warga Ngombak dan ribuan  masyarak dari daerak lain bersama-sama mencari ikan, sejauh mata memandang,sejauh kurang lebih 20 kilometer masyarakat merasakan pesta ikan. Kegiatan yang berakhir dengan menyenangkan dan sakral dan patut dilestarikan.
insaya Allah Asrah batin yang akan datang jatuh pada awal bulan juli 2012
Ucapan terima kasih pada pihak yang telah memberi informasi tentang Upacara Asrah Batin ini melalui Tutur cerita

banner ads