welcome
Showing posts with label sejarah. Show all posts
Showing posts with label sejarah. Show all posts

Saturday

Kepunahan Mammouth bukan disebabkan oleh berakhirnya zaman es

Hewan purba satu ini cukup fenomenal. Punahnya hewan raksasa terakhir di bumi ini masih menjadi misteri hingga saat ini. Beberapa peneliti mengungkapkan bahwa hewan ini bisa saja punah disebabkan oleh penyakit, bencana, atau perburuan manusia.



Pada penelitian sebelumnya, telah menjadi perdebatan keras, yaitu dengan mengungkapkan Mammouth musnah di akhir zaman es.

Beberapa peneliti berpendapat bahwa Mammouth sebenarnya punah karena diburu oleh predator yang kini menguasai bumi, yaitu manusia. Namun pendapat tersebut dibantah seiring dengan perkembangan zaman. Argumen yang beredar kala itu dibantahkan dengan iklim yang menyebabkan Mammouth punah.

Suhu yang semakin hangat di bumi ini membuat Mammouth tidak dapat bertahan hidup, mengingat tubuh gajah berbulu ini memang cocok untuk berada di suhu dingin. Akan tetapi seleksi alam bukan menjadi satu-satunya penyebab punahnya hewan ini.

Diketahui, beberapa koloni Mammouth ditemukan selamat di sebuah pulau Wrangel, Rusia, di utara Siberia di lautan Arktik sekitar 4000 tahun yang lalu, sebelum akhirnya punah.

Peneliti yang dipimpin oleh Anders Angerbjorn dari Stockholm University, mengungkapkan bahwa mereka mengadakan penelitian untuk menindaklanjuti perdebatan kematian Mammouth di muka bumi ini. Mereka meneliti dari sedikit mitokondrial DNA, material genetika yang diwariskan oleh sang betina, diekstrak dari tulang dan gading.

Lantas apa hasilnya?

Kemungkinan besar, Mammouth punah karena keanekaragaman genetika yang menyusut berarti bahwa terlalu banyak mammoth yang berkembang biak di antara populasi yang secara parsial. Setidaknya, itulah anggapan sementara yang diterima masyarakat.

19 penduduk Austria diduga keturunan manusia es

Pada tahun 1991 silam, seorang pejalan kaki menemukan jasad manusia es membeku di pegunungan Alpen, di wilayah Italia.

Kemudian, para peneliti mengadakan investigasi terhadap manusia es yang disebut 'Oetzi' ini hingga sekarang. Penelitian tersebut didasarkan oleh analisa DNA penduduk di Tyrol, Austria.

Hasilnya, sebanyak 19 warga Tyrol, Austria memiliki kesamaan DNA dengan Oetzi. Peneliti menduga bahwa belasan warga tersebut adalah titisan atau keturunan dari Oetzi. Meski ini dinilai sebuah temuan yang luar biasa, namun peneliti megungkapkan bahwa keturunan Oetzi masih mungkin ditemukan lebih banyak lagi di kawasab Swiss dan Italia.


"Kami telah menemukan mitra kerja di Swiss dan Italia, sehingga kita dapat melanjutkan penelitian kami," ujar Walther Parsin dari Institute of Legal Medicine.

Sunday

10 Ikan Prasejarah Yang Masih Hidup


Tenyata ada ikan zaman prasejarah yang mampu bertahan atau masih ada hingga sekarang. Tentunya ikan-ikan ini telah lolos dari seleksi alam dan masih tersisa dan hidup hingga kini, yang lebih menarik adalah ternyata ikan-ikan ini ternyata adalah ikan-ikan yang cukup aneh, langsung saja dibawah ini adalah ikan-ikan zaman prasejarah yang masih ada hingga sekarang:


Coelacanth



1. Coelacanth
Coelacanth adalah ikan yang paling terkenal dari semua “fosil hidup” dan pantas menjadi no 1 dalam daftar ini, ikan ini adalah hewan yang seharusnya telah lama punah dan tak terduga ditemukan masih hidup. Coelacanth seharusnya telah punah pada periode Cretaceous, bersama dengan dinosaurus, tetapi pada tahun 1938, sebuah spesies hidup tertangkap di Afrika Selatan. Sejak itu, spesies ini telah dilihat dan difoto, dan spesies Coelacanth kedua bahkan ditemukan di Indonesia pada tahun 1999. Ikan ini adalah predator besar, dan dapat tumbuh hingga 2 meter panjangnya, mereka memakan ikan yang lebih kecil, termasuk hiu kecil, dan biasanya ditemukan diperairan dalam yang gelap.

Polypterus Senegalus

2. Polypterus Senegalus
Ikan Afrika ini sering disebut belut dinosaurus, karena penampilan mereka seperti reptil dan mempunyai sirip punggung bergerigi, mengingatkan pada punggung berduri beberapa dinosaurus. Mereka tidak benar-benar belut, tetapi anggota keluarga bichir. Mereka bisa bertahan keluar dari air untuk jangka waktu yang lama selama kulit mereka tetap basah, yang memungkinkan mereka untuk mengembara jauh dari tangki mereka.

Alligator Gar

3. Alligator Gar
Ikan ini adalah predator hebat yang bersisik tebal, ditemukan di AS selatan dan utara dan timur Meksiko, menjadi ikan air tawar terbesar di Amerika Utara (meskipun kadang-kadang mengembara ke laut). ikan ini dapat tumbuh hingga 4 meter panjangnya dan berat sampai 200 kg. Aligator gar, disebut demikian karena penampilan mereka seperti reptil dan mempunyai rahang panjang, bersenjata dengan dua baris gigi tajam.

Sawfish

4. Sawfish
hewan atau ikan ini dapat ditemukan baik di laut atau di sungai dan anak sungai, dan telah ditemukan hingga kedalaman 100 km. Panjangnya bisa mencapai Hingga 7 meter, ikan hiu (sawfist) tidak mungkin terlihat seperti hiu, mereka mempunyai mulut yang panjang dan merupakan sebuah senjata dan organ sensorik, ditutupi elektro-sensitif pori-pori yang memungkinkan untuk merasakan mangsa walaupun penglihatannya buruk. Meskipun biasanya tenang, ikan hiu ini bisa menjadi sangat berbahaya jika diganggu.

Arapaima

5. Arapaima
Arapaima adalah kerabat dekat dari arwana , Arapaima Amazon kadang-kadang dianggap sebagai ikan air tawar terbesar di dunia. Menurut deskripsi awal, ikan ini bisa tumbuh sampai dengan 4,5 meter , tetapi sekarang ini, ikan sebesar itu jarang ditemukan dan arapaima dewasa sekarang ini paling hanya berkisar rata-rata 2 meter. predator Ini bergerak lambat dan makanannya adalah ikan kecil, atau apapaun jika itu kecil maka akan dimakan langsung dengan mulut lebarnya.

Sturgeon

6. Sturgeon
Sturgeon merupakan ikan yang telah ada pada awal mula dinosaurus, sturgeon sudah dikenal sebagai salah satu sumber utama kaviar, karena penangkapan yang berlebihan, ikan ini terancam punah. Spesies sturgeon terbesar dapat tumbuh hingga 6 meter, mereka memakan binatang kecil dari dasar laut dan tidak berbahaya bagi manusia.

Frilled Shark

7. Frilled Shark
predator ini hidup dilaut dalam, salah satu hiu yang paling primitif yang masih hidup sekarang ini, predator ini adalah peninggalan dari periode Cretaceous, ketika dinosaurus menguasai Bumi. hiu ini juga jarang terlihat dalam keadaan hidup, 
Frilled Shark dapat tumbuh hingga 2 meter dan mereka tinggal di perairan dalam, makanan mereka sebagian besar adalah cumi-cumi. Mereka tidak berbahaya bagi manusia, dan Sebenarnya, hiu ini menghabiskan seluruh hidup mereka tanpa melihat manusia. Hanya spesimen yang mati atau sekarat yang biasanya dilihat oleh nelayan atau ilmuwan.


Arwana

8. Arwana
Kalau yang ini Anda pasti sudah tahu, sekarang ini arwana tengah banyak dikoleksi oleh masyarakat sebagai ikan hias, tapi tahukan anda tenyata ikan ini adah ikan yang telah ada pada zaman prasejarah, ikan ini sudah ada pada periode Jurassic. Arwana dapat ditemukan di Amazon, dan di beberapa bagian Afrika, Asia dan Australia. Kadang-kadang disimpan sebagai hewan peliharaan eksotis, arwana adalah predator rakus yang memakan binatang kecil yang dapat mereka tangkap, termasuk burung dan kelelawar akan dimakannya, mereka bisa melompat hingga 2 meter ke udara. Di Cina, arwana dikenal sebagai "ikan naga" karena penampilan mereka, dan mereka dianggap pertanda keberuntungan.


Lancetfish

9. Lancetfish
Lancetfish memiliki penampilan yang sangat jelas sebagai “ikan prasejarah”, dengan gigi yang tampak sangat tajam pada rahang dan layar di punggungnya, mengingatkan kepada beberapa dinosaurus (walaupun, layar di lancetfish ini sebenarnya adalah sirip punggung) . Bahkan nama ilmiahnya memiliki bunyi layaknya nama dinosaurus (Alepisaurus ferox). Panjang predtor ini bisa sampai dua meter, predator ini ditemukan di semua samudra kecuali untuk daerah kutub, sangat rakus, biasanya memakan ikan kecil dan cumi-cumi, dan bahkan dikenal sebagai ikan atau predator yang memakan kawannya sendiri.

Hagfish

10. Hagfish
Menurut catatan fosil, hagfish telah ada selama lebih dari 300 juta tahun, yang berarti sudah ada ketika dinosaurus mengambil alih dunia! Binatang ini dapat ditemukan di perairan yang relatif dalam, kadang disebut belut lendir, tetapi mereka tidak benar-benar belut, dan bahkan mungkin tidak ikan sama sekali, menurut beberapa ilmuwan. Hagfish adalah hewan yang sangat aneh dalam semua hal, memiliki tengkorak tetapi tidak memiliki tulang belakang, dan memiliki dua otak. Hampir buta, makan di malam hari di bangkai hewan besar (ikan, paus dll) yang jatuh ke dasar laut. Ikan ini menghasilkan zat Slimey yang dapat merusak insang ikan predator, sebagai akibatnya, mereka hampir tidak memiliki musuh alami.

Tuesday

5 Misteri harta karun yang dikutuk

Ada banyak cerita tentang harta karun yang sering kita dengar. Meski keberadaannya belum bisa dipastikan, beberapa percaya bahwa hartu karun itu ada. Namun tak jarang pula, harta karun itu memang benar adanya. Sayangnya, mereka telah dikutuk dan siapapun yang mengambilnya akan berakhir dengan kematian. Berikut adalah lima harta karun yang dikutuk.


1. Cahuenga Pass
5 Misteri harta karun yang dikutuk
Kisah ini dimulai pada tahun 1864, ketika empat tentara dikirim oleh Benito Juarez pergi ke San Francisco dengan membawa harta karun berupa koin dan perhiasan emas guna membeli amunisi untuk perang Meksiko. Di jalan, salah seorang dari mereka tewas, dan tiga lainnya menyusul setelahnya. Namun, seorang pengembara bernama Diego Morena yang melihat kejadian itu berhasil membawa kabur uang Benito Juarez dan kabur ke selatan. Ia kemudian berhenti di pegunungan di atas Los Angeles yang sekarang dikenal sebagai Cahuenga Pass.

Malam itu, ketika ia sedang berada di sebuah kedai, ia bermimpi bahwa ia akan mati. Saking rakusnya, dia ingin mati bersama harta karunnya, maka dia pun mengubur harta karun itu di sebuah tempat. Sebelum mati, dia kemudian memberitahu temannya, Jesus Martinez di mana dia dimakamkan. Martinez berangkat untuk mencari uang itu dengan anak tirinya tetapi dia mengalami serangan jantung dan meninggal saat mereka mulai menggali, satu dekade kemudian, anak tirinya itu tewas dalam baku tembak di timur Los Angeles. Sebagian kecil dari harta karun itu kemudian ditemukan pada tahun 1885 oleh seorang gembala Basque, tetapi ia juga tewas ketika ia jatuh ke laut dalam perjalanan kembali ke Spanyol.



2. Misteri pulau Oak

5 Misteri harta karun yang dikutuk
Misteri tentang pulau Oak pertama kali ditemukan oleh sekumpulan remaja laki-laki pada tahun 1795, yang melihat cahaya aneh di dekat pulau kecil di lepas pantai Nova Scotia, Kanada. Setelah melakukan penyelidikan lebih lanjut, mereka melihat sebuah lubang yang baru digali. Karena adanya kasus bajak laut yang merajalela di daerah mereka, tampaknya galian itu mungkin adalah sejumlah besar harta yang dikuburkan oleh bajak laut. Semakin jauh mereka menggali, mereka menemukan batu-batu yang terukir dengan kode aneh, yang harus diuraikan terlebih dulu agar bisa dibaca. Jika diartikan kode itu berbunyi, Forty Feet Below Two Million Pounds are Buried. atau dalam bahasa Indonesia Empat puluh kaki di bawah sini, terkubur dua juta pound.

Kematian pertama tercatat pada tahun 1861, ketika sebuah pompa meledak dan menewaskan seorang pekerja. Pada tahun 1897, seorang pria bernama Maynard Kaizer meninggal ketika tali yang mengangkatnya dari lubang jatuh. Tragedi paling dahsyat terjadi pada tahun 1965, ketika Robert Restall, putranya, dan dua rekan kerjanya menghirup asap beracun setelah jatuh ke dalam lubang.


3. Amber room


5 Misteri harta karun yang dikutuk
Pada hari-hari terakhir Perang Dunia II, terjadi banyak penjarahan emas dan harta karun oleh kedua belah pihak yang bersengketa. Amber Room adalah sesuatu yang ikut dijarah saat itu. Amber Room juga dijuluki sebagai Keajaiban Dunia Kedelapan dan merupakan hadiah untuk Peter Agung pada 1716, merayakan perdamaian antara Rusia dan Prusia. Pada tahun 1941, Nazi menguasai dan membongkar ruangan itu untuk diamankan. Setelah sempat ditampilkan di museum pada tahun 1943, Amber room kemudian menghilang.

Sejak itu, orang yang terkait dengan ruang itu jatuh di bawah kutukan. Para kurator museum, Alfred Rhode dan istrinya, meninggal karena tifus dan tubuh mereka lenyap, bersama dengan dokter yang menandatangani sertifikat kematian mereka. Jenderal Rusia Gusev, yang dikaitkan ke ruangan itu, juga meninggal dalam kecelakaan mobil misterius. Anehnya, Georg Stein, salah satu para pemburu Amber room, ditemukan tewas di hutan Bavaria, dalam kondisi telanjang dengan perut yang diiris hingga terbuka dengan pisau bedah.



4. Berlian Koh-i-Noor

5 Misteri harta karun yang dikutuk
Koh-i-Noor adalah salah satu jenis perhiasan tertua dan paling terkenal di dunia pada tahun 1306. Dalam sebuah teks Hindu disebutkan bahwa orang yang mempunyai berlian ini akan memiliki dunia, tetapi juga akan menemui kemalangannya sendiri. Hanya Tuhan, atau wanita, yang bisa memakainya, karena banyak penguasa laki-laki yang memiliki itu akhirnya tewas, termasuk Nadir Shah, yang dibunuh pada tahun 1747. Ketika Ratu Victoria dihadiahi berlian itu pada bulan Juli 1850, ia kabarnya sangat terkesan dan kemudian mengubah bentuk serta memotongnya menjadi lebih kecil. Namun, untuk menghormati kutukan itu, tidak ada ahli waris laki-laki yang diizinkan untuk memakainya. Berlian itu masih dipajang di Menara London hingga saat ini.

5. Makam Quin Shi Huang, China

5 Misteri harta karun yang dikutuk
Ini adalah salah satu makam tertua yang menyimpan banyak misteri. Kaisar pertama China, Quin Shi Huang, meninggal pada 10 September 210 SM dan mengubur ratusan budak, selir, emas dan perhiasan, serta ribuan patung terakota di kuburannya yang tersembunyi. Situs ini bahkan lebih besar dari Piramida. Meski sudah banyak kamar dan daerah yang telah digali, makam sang raja masih belum ditemukan hingga sekarang. situs ini dikelilingi oleh mercury yang jika ditembus, bisa memiliki memicu mematikan penduduk sekitar. Oleh karena itu, meski sudah 50 tahun menjelajahi makam Quin Shi Huang, para arkeolog masih takut untuk mengintip lebih dalam.


Inilah lima harta karun dunia yang telah dikutuk dan siapapun yang mencoba mencarinya akan berakhir dengan kematian. Mana yang menurut Anda paling mengerikan?


Sunday

Kisah terbang 10 hari Amsterdam-Jakarta di era kolonial

b2f579776506dfe2950b259afc685ae8_kisah-terbang-10-hari-amsterdam-jakarta-di-era-kolonial


Dulu bangsa Eropa banyak memiliki wilayah jajahan di belahan dunia. Salah satunya Belanda yang menjajah Indonesia tiga abad lamanya.

Sebelum ada pesawat terbang, para bule Belanda hilir mudik ke Dutch East Indies (Indonesia) dengan menumpangi kapal laut. Mereka harus sabar menempuh waktu enam hingga delapan pekan lamanya, paling cepat satu bulan, untuk sampai di Indonesia.

Namun, kemajuan teknologi yang dicapai manusia telah memudahkan mereka berlalu lalang dari Belanda ke Indonesia. Saat itu pesawat terbang telah berhasil diciptakan dan mampu memperpendek waktu perjalanan ke lokasi tertentu.

Seperti dutch-aviation.nl, maskapai kerajaan Belanda, KLM, resmi didirikan pada 25 September 1930. Salah satu prestasi besar yang berhasil dicapai maskapai itu dalam sejarah penerbangan adalah berhasil menempuh penerbangan dari Amsterdam ke Batavia (Jakarta), yang saat itu dikuasai Belanda.

Meski penerbangan menempuh jarak lebih dari 11 ribu kilometer, teknologi navigasi yang digunakan belum secanggih seperti sekarang. Saat itu, pilot masih menggunakan peta topografi berwarna dan bantuan dari operator radio di darat. Selama penerbangan, operator radio akan membantu navigasi sepanjang garis pantai yang digunakan sebagai jalur penerbangan.

Pada tahun 1935, penerbangan dari Amsterdam menuju Batavia diperkenalkan untuk pertama kalinya. Awalnya, maskapai hanya melayani penerbangan sekali seminggu.

Kemudian pada 12 Juni 1935, maskapai melayani penerbangan dua kali seminggu. Pesawat yang digunakan untuk penerbangan itu berjenis DC2 PN-AKN “Nachteegal” dengan nomor penerbangan 241.

Dengan mempertimbangkan daya angkut dan jarak tempuh, maskapai hanya memperbolehkan maksimal 5 penumpang. Selanjutnya jumlah penumpang bertambah menjadi 7. Waktu tempuhnya sekitar 10 hari.

Seusai penerbangan panjang itu, para awak menghabiskan waktu selama 6 hari beristirahat di Lembang, Bandung. Selain melayani rute jarak jauh, maskapai MLM juga melayani rute penerbangan jarak pendek, yaitu dari Singapura ke Batavia yang mendarat di Tjililitan Airport, sekarang Halim. Penerbangan pendek itu juga melakukan transit di Palembang.


(sumber: Merdeka Online)

Thursday

Foto Borobudur Pertama Kali Ditemukan

Candi borobudur terkubur lahar merapi
Salah satu pertanyaan yang kini belum terjawab tentang Borobudur adalah bagaimana kondisi sekitar candi ketika dibangun dan mengapa candi itu ditemukan dalam keadaan terkubur. Beberapa ahli mengatakan Borobudur awalnya berdiri dikelilingii rawa kemudian terpendam karena letusan Merapi.

Hal tersebut berdasarkan prasasti Kalkutta bertuliskan ‘Amawa’ berarti lautan susu. Kata itu yang kemudian diartikan sebagai lahar Merapi, kemungkinan Borobudur tertimbun lahar dingin Merapi. Desa-desa sekitar Borobudur, seperti Karanganyar dan Wanurejo terdapat aktivitas warga membuat kerajinan. Selain itu, puncak watu Kendil merupakan tempat ideal untuk memandang panorama Borobudur dari atas. Gempa 27 Mei 2006 lalu tidak berdampak sama sekali pada Borobudur sehingga bangunan candi tersebut masih dapat dikunjungi.

Sejarah ditemukannya candi borobudur
Sekitar tiga ratus tahun lampau, tempat candi ini berada masih berupa hutan belukar yang oleh penduduk sekitarnya disebut Redi Borobudur. Untuk pertama kalinya, nama Borobudur diketahui dari naskah Negarakertagama karya Mpu Prapanca pada tahun 1365 Masehi, disebutkan tentang biara di Budur.

Kemudian pada Naskah Babad Tanah Jawi (1709-1710) ada berita tentang Mas Dana, seorang pemberontak terhadap Raja Paku Buwono I, yang tertangkap di Redi Borobudur dan dijatuhi hukuman mati. Kemudian pada tahun 1758, tercetus berita tentang seorang pangeran dari Yogyakarta, yakni Pangeran Monconagoro, yang berminat melihat arca seorang ksatria yang terkurung dalam sangkar.

Pada tahun 1814, Thomas Stamford Raffles mendapat berita dari bawahannya tentang adanya bukit yang dipenuhi dengan batu-batu berukir. Berdasarkan berita itu Raffles mengutus Cornelius, seorang pengagum seni dan sejarah, untuk membersihkan bukit itu.

Setelah dibersihkan selama dua bulan dengan bantuan 200 orang penduduk, bangunan candi semakin jelas dan pemugaran dilanjutkan pada 1825. Pada 1834, Residen Kedu membersihkan candi lagi, dan tahun 1842 stupa candi ditinjau untuk penelitian lebih lanjut.



























Sumber: Foto Borobudur Pertama Kali Ditemukan

Sejarah Terciptanya Bom Nuklir


Sejarah Terciptanya Bom Nuklir, Sejarah menghasilkan sejumlah besar energi dalam reaksi nuklir, pada dasarnya adalah sejarah bom atom … Berikut adalah beberapa langkah penting menuju pembebasan energi nuklir pada permintaan.Pada tahun 1896, Antoine Henri Becquerel menemukan radioaktivitas uranium.
Pada tahun 1902, Marie dan Pierre Curie mengisolasi logam radioaktif disebut radium
Pada tahun 1905, Albert Einstein merumuskan dalam teori Teori Relativitas Khusus. Menurut teori ini, massa dapat dianggap sebagai bentuk lain dari energi. Menurut Einstein, jika entah bagaimana kita bisa mengubah massa menjadi energi, akan mungkin untuk “membebaskan” sejumlah besar energi. Selama dekade berikutnya, langkah besar diambil oleh Ernest Rutherford dan Niels Bohr menjelaskan struktur atom yang lebih tepat. Mereka mengatakan, dari inti bermuatan positif, dan elektron bermuatan negatif yang berputar di sekitar inti. Itu adalah inti, para ilmuwan menyimpulkan, bahwa harus dipecah atau “meledak” jika energi atom akan dirilis.
Pada tahun 1934, Enrico Fermi Italia menghancurkan atom berat dengan menyemprotkannya pada neutron. Namun dia tidak menyadari bahwa ia telah memperoleh fisi nuklir.
Pada Desember 1938, meskipun, Otto Hahn dan Fritz Strassman di Berlin melakukan eksperimen serupa dengan uranium dan menjadi prestasi dunia. Mereka telah menghasilkan fisi nuklir, mereka telah memisahkan atom yaitu 33 tahun setelah Einstein mengatakan hal itu bisa dilakukan bahwa massa berubah menjadi energi.
Pada tanggal 2 Agustus 1939, Albert Einstein menulis surat kepada Presiden Amerika, Franklin D. Roosevelt. Selama empat bulan terakhir, ia telah membuat kemungkinan melalui karya Joliot di Perancis serta Fermi dan Szilard di Amerika yang memungkinkan mengatur reaksi nuklir dalam sebuah massa besar uranium. .. Dan ini fenomena baru juga yang akan mengarah pada pembangunan bom … Sebuah bom tunggal dari jenis ini, dilakukan dengan perahu atau meledak di sebuah port, mungkin sangat baik menghancurkan seluruh pelabuhan bersama-sama dengan beberapa daerah sekitarnya. Dia mendesak Roosevelt untuk memulai program nuklir tanpa keterlambatan.
Dalam 1 tahun kemudian Einstein menyesalkan peran dia bermain dalam pengembangan senjata destruktif seperti itu: “Aku melakukan satu kesalahan besar dalam hidup saya,” katanya kepada Linus Pauling, ilmuwan terkemuka lain, “ketika saya menandatangani surat kepada Presiden Roosevelt merekomendasikan bahwa bom atom dibuat”.
Pada Desember 1942 di University of Chicago, ahli fisika Italia Enrico Fermi berhasil menghasilkan reaksi berantai nuklir pertama. Hal ini dilakukan dengan pengaturan uranium alam gumpalan didistribusikan dalam setumpuk besar grafit murni, suatu bentuk karbonnya. Dalam reaktor nuklir, moderator grafit berfungsi untuk memperlambat neutron.
Pada Agustus 1942, selama Perang Dunia II, Amerika Serikat mendirikan Proyek Manhattan.Tujuan dari proyek ini adalah untuk mengembangkan, membangun, dan menguji bom. Banyak ilmuwan Amerika terkemuka, termasuk fisikawan Enrico Fermi dan J. Robert Oppenheimer dan kimia Harold Urey, yang terkait dengan proyek, yang dipimpin oleh seorang insinyur Angkatan Darat AS, Brigadir Jenderal Leslie R. Groves.
Pada tanggal 31 Mei 1945, enam belas orang bertemu di kantor Menteri Perang Henry L. Stimson. Enam belas orang ini ada di sana untuk membuat keputusan tentang senjata Amerika rata-rata belum pernah mendengar, bom atom. Mereka memilih target masa depan untuk “The Bomb.” Apa yang mereka bicarakan adalah “hubungan baru manusia dengan alam semesta,” seperti dikatakan oleh Stimson. Sekretaris tampaknya mengatakan, berada di titik balik yang paling kritis dalam seluruh sejarah yang dicatat.
Pada tanggal 16 Juli 1945, bom atom pertama atau A-bom, diuji di Alamogordo, New Mexico.
Pada tanggal 6 Agustus 1945, Enola Gay, pesawat Amerika, menjatuhkan bom atom pertama yang pernah digunakan dalam peperangan di Hiroshima, Jepang, akhirnya menewaskan lebih dari 140.000 orang. Pada tanggal 9 Agustus 1945, Amerika Serikat menjatuhkan bom atom kedua, kali ini di kota Jepang Nagasaki. Walaupun meleset satu mil dari sasaran, tapi membunuh 75.000 orang.
Pada tanggal 29 Agustus 1949, Uni Soviet menguji bom atom pertama.
Pada tanggal 1 November, 1952 percobaan, skala penuh berhasil dilakukan oleh Amerika Serikat dengan perangkat fusi-jenis.
Pada tahun 1946, Komisi Energi Atom (AEC), lembaga sipil dari pemerintah Amerika Serikat, mendirikan UU Energi Atom untuk mengelola dan mengatur produksi dan penggunaan tenaga atom. Di antara program-program utama dari komisi baru ini adalah produksi bahan fisik bom; pencegahan kecelakaan; penelitian biologi, kesehatan, metalurgi dan produksi tenaga listrik dari atom, studi dalam produksi pesawat nuklir; dan deklasifikasi data pada energi atom.

SUMBER

Sejarah Di Balik Masuknya Islam ke Indonesia

 
Setidaknya, ada enam pendapat tentang masuknya Islam ke Indonesia. Pemerhati sejarah Islam di Indonesia belum dapat menentukan pasti pendapat yang paling benar dari keenam pendapat tersebut. Generasi-generasi sejarawan baru muncul satu per satu, namun belum tercapai perkembangan baru khusus tentang asal-muasal Islam di Indonesia. Belum ditemukan sumber-sumber sejarah baru untuk memecahkan masalah yang dimaksud.

***

Pertama, Islam yang masuk dan berkembang di Indonesia berasal dari Jazirah Arab dan bahkan dari Makkah langsung pada abad ke-7 M atau pada abad pertama Hijriah. Pendapat ini adalah pendapat Hamka, salah seorang tokoh yang pernah dimiliki Muhammadiyah dan mantan ketua MUI periode 1977 - 1981.

Hamka yang sebenarnya bernama Haji Abdul Malik bin Abdil Karim mendasarkan pendapatnya ini pada fakta bahwa mazhab yang berkembang di Indonesia adalah mazhab Syafii. Menurutnya, mazhab Syafii berkembang sekaligus dianut oleh penduduk di sekitar Makkah.

Selain itu, yang tidak boleh diabaikan adalah fakta menarik lainnya bahwa orang-orang Arab sudah berlayar mencapai Cina pada abad ke-7 M dalam rangka berdagang. Hamka percaya, dalam perjalanan inilah, mereka singgah di kepulauan Nusantara pada waktu itu.

Kedua, Islam dibawa dan disebarkan di Indonesia oleh orang-orang Cina. Mereka yang menyebarkan ini bermazhab Hanafi. Pendapat ini disimpulkan oleh salah seorang pegawai Belanda pada masa pemerintahan kolonial Belanda dulu, Residen Poortman. Sebelum Indonesia merdeka, orang-orang Belanda pernah menguasai hampir seluas Indonesia sekarang sebelum ditaklukkan oleh tentara Jepang pada 1942.

Tepatnya pada 1928, Poortman memulai penelitiannya terhadap naskah Babad Tanah Jawi dan Serat Kanda. Tidak berhenti di situ, ia melanjutkan penelitiannya terhadap naskah-naskah kuno Cina yang tersimpan di klenteng-klenteng Cina di Cirebon dan Semarang. Ia pun sempat mencari naskah-naskah kuno di sebuah klenteng di Batavia, Jakarta dulu.

Hasil penelitiannya itu disimpan dengan keterangan Uitsluiten voor Dienstgebruik ten Kantore, yang berarti “Sangat Rahasia Hanya Boleh Digunakan di Kantor.” Sekarang disimpan di Gedung Arsip Negara Belanda di Den Haag, Belanda. Pada 1962, terbit buku Pongkinangolngolan Sinambela Gelar Tuanku Rao yang ditulis Mangaradja Onggang Parlindungan. Dalam buku ini dilampirkan juga naskah-naskah kuno Cina yang pernah diteliti oleh Poortman.

Ketiga, Islam yang masuk ke Indonesia berasal dari Gujarat pada abad ke-12 M. Islam dibawa dan disebarkan oleh pedagang-pedagang Gujarat yang singgah di kepulauan Nusantara. Mereka menempuh jalur perdagangan yang sudah terbentuk antara India dan Nusantara.

Pendapat ketiga ini adalah pendapat Snouck Hurgronje, seorang penasehat di bidang bahasa-bahasa Timur dan hukum Islam untuk pemerintah kolonial Belanda. Ia mengambil pendapat ini dari Pijnapel, seorang pakar dari Universitas Leiden, Belanda, yang sering meneliti artefak-artefak peninggalan Islam di Indonesia.

Pendapat Pijnapel ini juga dibenarkan oleh J.P. Moquette yang pernah meneliti bentuk nisan kuburan raja-raja Pasai, Aceh. Moquette secara khusus meneliti bentuk nisan kuburan Sultan Malik Ash-Shalih. Nisan kuburan Maulana Malik Ibrahim di Gresik, Jawa Timur, juga ditelitinya. Dan ternyata sangat mirip dengan nisan-nisan kuburan yang ada di Cambay, Gujarat.

Ternyata pendapat Moquette yang memperkuat pendapat Pijnapel dan Hurgronje disanggah oleh S.Q. Fatimi. Pendapat Fatimi adalah nisan-nisan kuburan yang ada di Aceh dan Gresik justru lebih mirip dengan bentuk nisan-nisan kuburan yang ada di Benggala, sekitar Bangladesh sekarang.

Lebih jauh lagi, Fatimi percaya, pengaruh-pengaruh Islam di Benggala itu banyak ditemui dalam Islam yang berkembang di Nusantara dulu. Oleh karena itu, Islam yang ada di Indonesia ini sebenarnya berasal dari Bangladesh. Pendapat ini adalah pendapat keempat.

Pendapat Moquette juga disanggah oleh G.E. Marrison. Marrison malah yakin, bahwa Islam yang datang ke Indonesia berasal dari Pantai Coromandel, India Selatan. Alasannya, pada abad ke-13 M, Gujarat masih menjadi sebuah kerajaan Hindu, sedang di Pantai Coromandel Islam telah berkembang.

Marrison juga berpendapat, para pembawa dan penyebar Islam yang pertama ke Indonesia adalah para Sufi India. Mereka menyebarkan Islam di Indonesia dengan pendekatan tasawwuf pada akhir abad ke-13 M. Waktu itu, masih terhitung belum lama dari peristiwa penyerbuan Bagdad oleh orang-orang Mongol. Penyerbuan yang dimaksud memaksa banyak Sufi keluar dari zawiyah-zawiyah mereka dan melakukan pengembaraan ke luar wilayah Bani Abbasiyah, seperti ke ujung Persia atau bahkan ke India.

Sebelum Marrison mengemukakan pendapatnya, T.W. Arnold telah menyakini bahwa Islam di Indonesia juga dibawa atau berasal dari Pantai Coromandel dan Malabar, India. Karena itu, banyak yang beranggapan bahwa Marrison memperkuat pendapat Arnold itu.

Setelah kelima pendapat itu, Hoesein Djajadiningrat mengemukakan pendapat keenam tentang masuknya Islam di Indonesia. Djajadiningrat dikenal sebagai orang Indonesia pertama yang mempertahankan disertasi di Universitas Leiden, Belanda, pada 1913. Disertasinya itu berjudul Critische Beschouwing van de Sadjarah Banten (Pandangan Kritis Mengenai Sejarah Banten).

Menurutnya, Islam yang masuk ke Indonesia berasal dari Persia. Djajadiningrat beralasan, peringatan 10 Muharram atau hari Asyura sebagai hari kematian Husein bin Ali bin Abi Thalib yang ada di Indonesia berasal dari perayaan kaum Syiah di Persia. Peringatan 10 Muharram itu lebih dikenal sebagai perayaan Hari Karbala.

Djajadiningrat juga yakin dengan pendapat ini, karena keberadaan pengaruh bahasa Persia di beberapa tempat di Indonesia. Selain itu, keberadaan Syeikh Siti Jenar dan Hamzah Fansuri dalam sejarah Indonesia menandakan adanya pengaruh ajaran wihdatul wujud Al-Hallaj, seorang Sufi ekstrem yang berasal dari tanah Persia.

***

Dapat terlihat bahwa perbedaan pendapat itu terjadi karena dasar-dasar berpikir yang dipakai dalam membangun pendapat. Pijnapel, Hurgronje, Marrison, Moquette, Fatimi lebih mempercayai bukti-bukti kongkret yang masih bisa diyakini secara pasti, bukan spekulatif. Karena itu, pendapat-pendapat mereka lebih logis, meskipun bisa menuntut mereka untuk percaya bahwa Islam pertama kali berkembang di Indonesia pada sekitar abad ke-13 M, lebih belakangan ketimbang agama Hindu dan Buddha.

Berbeda dari pendapat Residen Poortman. Meski berdasarkan catatan-catatan Cina yang tersimpan bertahun-tahun, masih ada kemungkinan salah tafsir atas penyataan-pernyataan tertulis yang ada di dalamnya. Dan juga: masih besar kemungkinan adanya manipulasi data tanpa sepengetahuan para pembaca.

Pendapat Hamka bahkan lebih mudah lagi untuk terjerumus ke dalam bentuk spekulatif yang belum tentu bisa dibuktikan kebenarannya. Pendapatnya berdasarkan perkiraan-perkiraan pribadi. Pendapatnya tidak ditunjang oleh data sejarah yang kongkret. Sangat kecil kemungkinan pendapatnya untuk benar. Demikian pula, kiranya, dengan pendapat Djajadiningrat. Bisa jadi persamaan-persamaan yang dikemukakan dalam pendapatnya itu hanya kebetulan-kebetulan yang mirip pada objek.

Akan tetapi, hampir setiap pendapat itu memiliki konsekwensi. Jika seseorang memercayainya suatu pendapat dari pendapat-pendapat itu, maka, bagaimana pun, ia mesti menerima konsekwensi-konsekwensi yang ada.

Seperti jika percaya pendapat bahwa Islam dibawa masuk dari Persia, sedikit-banyaknya, akan membuat kita berpikir, para penyebar Islam pertama kali di Nusantara adalah orang-orang Syiah. Dan karena itu, Syiah adalah bentuk akidah pertama yang diterima di Indonesia. Baru setelah itu Islam ahlu Sunnah wal Jamaah yang berkembang.

Apabila kita memercayai Islam yang masuk di Indonesia berasal dari Jazirah Arab pada abad ke-7 M, berarti orang-orang di Nusantara telah mengenal dakwah Islam sejak masa para sahabat masih hidup. Artinya, ketika para tabi’in ramai-ramai menuntut ilmu agama pada para sahabat Nabi, segelintir orang di Nusantara juga telah mengenal Islam yang sama pada waktu itu. Hanya jarak yang memisahkan mereka.

Demikian pula, jika kita menerima pendapat bahwa Islam berasal dari Pantai Coromandel, India Selatan. Jika pendapat ini yang kita terima, maka bisa dipastikan para pemeluk pemula Islam di Indonesia adalah orang-orang yang berakidah dengan akidah Sufi atau setidaknya mengenal Islam lewat kacamata tasawwuf.

***

Seorang sejarawan muda, dengan rasionalitas yang dimilikinya, pernah menyarankan untuk tidak memperbincangkan topik-topik sejarah yang tidak bisa dilacak sumber-sumber sejarahnya. Ketimbang membicarakan sesuatu yang bersifat spekulatif, juga tidak pasti, lebih baik mengangkat topik-topik sejarah yang jelas dan sedikit kemungkinan terjadi unsur “mengada-ada” di dalamnya. Artinya, sumber-sumber sejarah yang ada bisa diverifikasi atau bahkan dipercayai kebenarannya lewat kerangka berpikir rasional.

Dalam sejarah manusia, ternyata, masih banyak topik-topik sejarah yang bisa dirunut kebenarannya. Bukti-bukti sejarahnya masih tersisa, sehingga bisa direkonstruki oleh siapa pun. Seperti topik-topik sejarah kontemporer, sejarah Nusantara di zaman Belanda, atau sejarah di zaman pendudukan tentara Jepang dulu. Ini, bagi kita yang memiliki perhatian terhadap sejarah Indonesia.

Mengacu pada hal itu pula, maka sejarah zaman Nabi Muhammad pun bisa dirunut kebenarannya. Terbukti, sampai sekarang, keterangan-keterangan tertulis tentang peristiwa-peristiwa pada zaman itu bisa didapatkan secara berlimpah dari antologi-antologi hadis Nabawi yang belakangan ini banyak diterjemahkan dan diterbitkan di Indonesia. 
 
 Keadaan itu, ternyata, makin terdukung ketika muncul banyak pakar-pakar hadis yang membukukan hasil penelitian-penelitian mereka terhadap hadis-hadis Nabawi. Salah seorang di antaranya, untuk misal disebut di sini, adalah Muhammad bin Nuh Nasiruddin Al-Albani, seorang peneliti dan pakar hadis dari Yordania. Atau juga bisa disebut Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i, seorang peneliti dan pakar hadis dari Yaman. Di Arab Saudi pun, ada Rabi’ bin Umair Al-Madkhali, salah seorang peneliti dan guru besar ilmu hadis di Universitas Islam, Madinah.

Sebagaimana diketahui, tidak semua hadis dapat diterima. Sebab, di antara hadis-hadis itu, ada hadis-hadis yang lemah dan palsu. Hadis-hadis seperti ini, tentu saja, tidak dapat diterima atau dijadikan bahan rujukan, karena ada kemungkinan hadis-hadis itu dibuat-buat oleh seorang penipu dan pemalsu untuk tujuan tertentu atau disampaikan secara keliru oleh seseorang yang lupa dan terganggu ingatannya.

Sejarah Karapan sapi


Bagi masyarakat Madura, karapan sapi bukan sekadar sebuah pesta rakyat yang perayaannya digelar setiap tahun. Karapan sapi juga bukan hanya sebuah tradisi yang dilaksanakan secara turun-temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya. Karapan sapi adalah sebuah prestise kebanggaan yang akan mengangkat martabat di masyarakat.

Sejarah asal mula Kerapan Sapi tidak ada yang tahu persis, namun berdasarkan sumber lisan yang diwariskan secara turun temurun diketahui bahwa Kerapan Sapi pertama kali dipopulerkan oleh Pangeran Katandur yang berasal dari Pulau Sapudi, Sumenep pada abad 13.

Awalnya ingin memanfaatkan tenaga sapi sebagai pengolah sawah. Brangkat dari ketekunan bagaimana cara membajak sapinya bekerja ,mengolah tanah persawahan, ternyata berhasil dan tanah tandus pun berubah menjadi tanah subur.

Melihat gagasan bagus dan membawa hasil positif, tentu saja warga masyarakat desa mengikuti jejak Pangerannya. Akhirnya tanah di seluruh Pulau Sapudi yang semula gersang, menjadi tanah subur yang bisa ditanami padi. Hasil panenpun berlimpah ruah dan jadilah daerah yang subur makmur.

Setelah masa panen tiba sebagai ungkapan kegembiraan atas hasil panen yang melimpah Pangeran Ketandur mempunyai inisiatif mengajak warga di desanya untuk mengadakan balapan sapi. Areal tanah sawah yang sudah dipanen dimanfaatkan untuk areal balapan sapi. Akhirnya tradisi balapan sapi gagasan Pangeran Ketandur itulah yang hingga kini terus berkembang dan dijaga kelestariannya. Hanya namanya diganti lebih populer dengan “Kerapan Sapi”.

Bagi masyarakat Madura, Kerapan Sapi selain sebagai tradisi juga sebagai pesta rakyat yang dilaksanakan setelah sukses menuai hasil panen padi atau tembakau. Kerapan sebagai pesta rakyat di Madura mempunyai peran di berbagai bidang. Misal di bidang ekonomi (kesempatan bagi masyarakat untuk berjualan), peran magis religius (misal adanya perhitungan-perhitungan tertentu bagi pemilik sapi sebelum bertanding dan adanya mantra-mantra tertentu), bidang seni rupa (ada pada peralatan yang mempunyai hiasan tertentu), bidang seni tari dan seni musik saronen (selalu berubah dan berkembang).

Anatomi Kerapan

Pengertian kata “kerapan” adalah adu sapi memakai “kaleles”. Kaleles adalah sarana pelengkap untuk dinaiki sais/joki yang menurut istilah Madura disebut “tukang tongko”. Sapi-sapi yang akan dipacu dipertautkan dengan “pangonong” pada leher-lehernya sehingga menjadi pasangan yang satu.

Orang Madura memberi perbedaan antara “kerapan sapi” dan “sapi kerap”. Kerapan sapi adalah sapi yang sedang adu pacu, dalam kaedaan bergerak, berlari dan dinamis. Sedang sapi kerap adalah sapi untuk kerapan baik satu maupun lebih. Ini untuk membedakan dengan sapi biasa. Ada beberapa kerapan yaitu “kerrap kei” (kerapan kecil), “kerrap raja’’ (kerapan besar), ‘kerrap onjangan” (kerapan undangan), “kerrap jar-ajaran” (kerapan latihan).

Kaleles sebagai sarana untuk kerapan yang dinaiki tokang tongko dari waktu ke waktu mengalami berbagai perkembangan dan perubahan. Kaleles yang dipakai dipilih yang ringan (agar sapi bisa berlari semaksimal mungkin), tetapi kuat untuk dinaiki tokang tongko (joki).

Sapi kerap adalah sapi pilihan dengan ciri-ciri tertentu. Misalnya berdada air artinya kecil ke bawah, berpunggung panjang, berkuku rapat, tegar tegak serta kokoh, berekor panjang dan gemuk. Pemeliharaan sapi kerap juga sangat berbeda dengan sapi biasa. Sapi kerap sangat diperhatikan masalah makannya, kesehatannya dan pada saat-saat tertentu diberi jamu. Sering terjadi biaya ini tidak sebanding dengan hadiah yang diperoleh bila menang, tetapi bagi pemiliknya merupakan kebanggaan tersendiri dan harga sapi kerap bisa sangat tinggi.

Sapi kerap ada tiga macam yaitu sapi yang “cepat panas” (hanya dengan diolesi bedak panas dan obat-obatan cepat terangsang), sapi yang “dingin” (apabila akan dikerap harus dicemeti berkali-kali), dan sapi “kowat kaso” (kuat lelah, memerlukan pemanasan terlebih dahulu).

Pada waktu akan dilombakan pemilik sapi kerap harus mempersiapkan tukang tongko (joki), “tukang tambeng” (bertugas menahan, membuka dan melepaskan rintangan untuk berpacu), “tukang gettak” (penggertak sapi agar sapi berlari cepat), “tukang gubra” (orang-orang yang menggertak sapi dengan bersorak sorai di tepi lapangan), “tukang ngeba tali” (pembawa tali kendali sapi dari start sampai finish), “tukang nyandak”(orang yang bertugas menghentikan lari sapi setelah sampai garis finish), “tukang tonja” (orang yang bertugas menuntun sapi).

Beberapa peralatan yang penting dalam kerapan sapi yaitu kaleles dan pangonong, “pangangguy dan rarenggan” (pakaian dan perhiasan), “rokong” (alat untuk mengejutkan sapi agar berlari cepat). Dalam kerapan sapi tidak ketinggalan adanya “saronen” (perangkat instrumen penggiring kerapan). Perangkatnya terdiri dari saronen, gendang, kenong, kempul, krecek dan gong.

Pesta Rakyat

Umumnya sebuah pesta rakyat, penyelenggaraan Kerapan Sapi juga sangat diminati oleh masyarakat Madura. Setiap kali penyelenggaraan Kerapan Sapi diperkirakan masyarakat yang hadir bisa mencapai 1000-1500 orang. Dalam pesta rakyat itu berabagai kalangan maupun masyarakat Madura berbaur menjadi satu dalam atmosfir sportifitas dan kegembiraan.

Sisi lain yang menarik penonton dari karapan sapi adalah kesempatan untuk memasang taruhan antarsesama penonton. Jumlah taruhannya pun bervariasi, mulai dari yang kelas seribu rupiahan sampai puluhan, bahkan ratusan juta rupiah. Biasanya penonton yang berdiri disepanjang arena taruhannya kecil, tidak sampai jutaan. Tetapi, para petaruh besar, sebagian besar duduk di podium atau hanya melihat dari tempat kejauhan. Transaksinya dilakukan di luar arena, dan biasanya berlangsung pada malam hari sebelum karapan sapi dimulai.

Adu Gengsi


Pemilik sapi karapan memperoleh gengsi yang tinggi manakala mampu memenangkan lomba tradisional tersebut. Selain itu, harga pasangan sapi pemenang karapan langsung melambung. Mislnya, harga sapi yang memenangkan lomba Karapan Sapi 2003 melambung menjadi Rp200 juta dari 2 tahun sebelumnya hanya Rp40 juta.

Untuk membentuk tubuh pasangan sapi yang sehat membutuhkan biaya hingga Rp4 juta per pasang sapi untuk makanan maupun pemeliharaan lainnya. Maklum, sapi karapan diberikan aneka jamu dan puluhan telur ayam per hari, terlebih-lebih menjelang diadu di arena karapan. Berdasarkan tradisi masyarakat pemilik sapi karapan, maka hewan tersebut menjelang diterjunkan ke arena dilukai di bagian pantatnya yakni diparut dengan paku hingga kulitnya berdarah agar dapat berlari cepat. Bahkan luka itu diberikan sambal ataupun balsem yang dioles-oleskan di bagian tubuh tertentu antara lain di sekitar mata.

Sehari sebelum lomba dilaksanakan, pasangan sapi dan pemilik serta sejumlah kerabatnya menginap di tenda yang dipasang di lapangan. Tidak lupa rombongan itu dimeriahkan oleh kelompok musik tradisional Sronen yang mengarak pasangan sapi menjelang dipertandingkan. Bahkan jasa dukun pun diperlukan dalam kegiatan karapan sapi. Para “penggila” Kerapan Sapi melakukan itu semua demi sebuah gengsi atau prestise yang memang merupakan watak khas orang Madura

Asal-usul Nama “Sumatera”


Nama asli Sumatera, sebagaimana tercatat dalam sumber-sumber sejarah dan cerita-cerita rakyat, adalah “Pulau Emas”. Istilah pulau ameh (bahasa Minangkabau, berarti pulau emas) kita jumpai dalam cerita Cindur Mata dari Minangkabau. Dalam cerita rakyat Lampung tercantum nama tanoh mas untuk menyebut pulau Sumatera. Seorang musafir dari Cina yang bernama I-tsing (634-713), yang bertahun-tahun menetap di Sriwijaya (Palembang sekarang) pada abad ke-7, menyebut Sumatera dengan nama chin-chou yang berarti “negeri emas”.

Dalam berbagai prasasti, Sumatera disebut dengan nama Sansekerta: Suwarnadwipa (“pulau emas”) atau Suwarnabhumi (“tanah emas”). Nama-nama ini sudah dipakai dalam naskah-naskah India sebelum Masehi. Naskah Buddha yang termasuk paling tua, Kitab Jataka, menceritakan pelaut-pelaut India menyeberangi Teluk Benggala ke Suwarnabhumi. Dalam cerita Ramayana dikisahkan pencarian Dewi Sinta, istri Rama yang diculik Ravana, sampai ke Suwarnadwipa.

Para musafir Arab menyebut Sumatera dengan nama Serendib (tepatnya: Suwarandib), transliterasi dari nama Suwarnadwipa. Abu Raihan Al-Biruni, ahli geografi Persia yang mengunjungi Sriwijaya tahun 1030, mengatakan bahwa negeri Sriwijaya terletak di pulau Suwarandib. Namun ada juga orang yang mengidentifikasi Serendib dengan Srilangka, yang tidak pernah disebut Suwarnadwipa.

Lalu dari manakah gerangan nama “Sumatera” yang kini umum digunakan baik secara nasional maupun oleh dunia internasional? Ternyata nama Sumatera berasal dari nama Samudera, kerajaan di Aceh pada abad ke-13 dan ke-14. Para musafir Eropa sejak abad ke-15 menggunakan nama kerajaan itu untuk menyebut seluruh pulau.

Peralihan Samudera (nama kerajaan) menjadi Sumatera (nama pulau) menarik untuk ditelusuri. Odorico da Pardenone dalam kisah pelayarannya tahun 1318 menyebutkan bahwa dia berlayar ke timur dari Koromandel, India, selama 20 hari, lalu sampai di kerajaan Sumoltra. Ibnu Bathutah bercerita dalam kitab Rihlah ila l-Masyriq (Pengembaraan ke Timur) bahwa pada tahun 1345 dia singgah di kerajaan Samatrah. Pada abad berikutnya, nama negeri atau kerajaan di Aceh itu diambil alih oleh musafir-musafir lain untuk menyebutkan seluruh pulau.

Pada tahun 1490 Ibnu Majid membuat peta daerah sekitar Samudera Hindia dan di sana tertulis pulau Samatrah. Peta Ibnu Majid ini disalin oleh Roteiro tahun 1498 dan muncullah nama Camatarra. Peta buatan Amerigo Vespucci tahun 1501 mencantumkan nama Samatara, sedangkan peta Masser tahun 1506 memunculkan nama Samatra. Ruy d’Araujo tahun 1510 menyebut pulau itu Camatra, dan Alfonso Albuquerque tahun 1512 menuliskannya Camatora. Antonio Pigafetta tahun 1521 memakai nama yang agak ‘benar’: Somatra. Tetapi sangat banyak catatan musafir lain yang lebih ‘kacau’ menuliskannya: Samoterra, Samotra, Sumotra, bahkan Zamatra dan Zamatora.

Catatan-catatan orang Belanda dan Inggris, sejak Jan Huygen van Linschoten dan Sir Francis Drake abad ke-16, selalu konsisten dalam penulisan Sumatra. Bentuk inilah yang menjadi baku, dan kemudian disesuaikan dengan lidah kita: Sumatera

Sejarah dan Asal Usul Radio


Sebelum televisi banyak digunakan , informasi komersial termasuk berita, musik, drama, komedi, beragam show, dan banyak hiburan lainnya banyak disebarluaskan oleh radio. Sejarah dan asal usul diciptakannya radio terjadi sejak penemuan gelombang elektromagnetik tahun 1873 oleh James Clerk Maxwell
Gelombang radio adalah satu bentuk dari radiasi elektromagnetik, dan terbentuk ketika objek bermuatan listrik dimodulasi (dinaikkan frekuensinya) pada frekuensi yang terdapat dalam frekuensi gelombang radio (RF) dalam suatu spektrum elektromagnetik, dan radiasi elektromagnetiknya bergerak dengan cara osilasi elektrik maupun magnetik.
Gelombang elektromagnetik lainnya, yang memiliki frekuensi di atas gelombang radio meliputi sinar gamma, sinar-X, inframerah, ultraviolet, dan cahaya terlihat.
Ketika gelombang radio dipancarkan melalui kabel, osilasi dari medan listrik dan magnetik tersebut dinyatakan dalam bentuk arus bolak-balik dan voltase di dalam kabel. Hal ini kemudian dapat diubah menjadi signal audio atau lainnya yang membawa informasi.
Undang-undang Nomor 32 Tahun 2002 Tentang Penyiaran menyebutkan bahwa frekuensi radio merupakan gelombang elektromagnetik yang dipergunakan untuk penyiaran dan merambat di udara serta ruang angkasa tanpa sarana penghantar buatan, merupakan ranah publik dan sumber daya alam terbatas. Seperti spektrum elektromagnetik yang lain, gelombang radio merambat dengan kecepatan 300.000 kilometer per detik. Perlu diperhatikan bahwa gelombang radio berbeda dengan gelombang audio.
Gelombang radio merambat pada frekuensi 100,000 Hz sampai 100,000,000,000 Hz, sementara gelombang audio merambat pada frekuensi 20 Hz sampai 20,000 Hz. Pada siaran radio, gelombang audio tidak ditransmisikan langsung melainkan ditumpangkan pada gelombang radio yang akan merambat melalui ruang angkasa. Ada dua metode transmisi gelombang audio, yaitu melalui modulasi amplitudo (AM) dan modulasi frekuensi (FM).
Meskipun kata ‘radio’ digunakan untuk hal-hal yang berkaitan dengan alat penerima gelombang suara, namun transmisi gelombangnya dipakai sebagai dasar gelombang pada televisi, radio, radar, dan telepon genggam pada umumnya.


Sejarah radio adalah sejarah teknologi yang menghasilkan peralatan radio yang menggunakan gelombang radio. Awalnya sinyal pada siaran radio ditransmisikan melalui gelombang data yang kontinyu baik melalui modulasi amplitudo (AM), maupun modulasi frekuensi (FM). Metode pengiriman sinyal seperti ini disebut analog. Selanjutnya, seiring perkembangan teknologi ditemukanlah internet, dan sinyal digital yang kemudian mengubah cara transmisi sinyal radio
Quote:
Sejarah Penggunaan Radio
Rata-rata pengguna awal radio adalah para maritim, yang menggunakan radio untuk mengirimkan pesan telegraf menggunakan kode morse antara kapal dan darat. Salah satu pengguna awal termasuk Angkatan Laut Jepang yang memata-matai armada Rusia saat Perang Tsushima pada tahun 1901. Salah satu penggunaan yang paling dikenang adalah saat tenggelamnya RMS Titanic pada tahun 1912, termasuk komunikasi antara operator di kapal yang tenggelam dengan kapal terdekat dan komunikasi ke stasiun darat. Radio digunakan untuk menyalurkan perintah dan komunikasi antara Angkatan Darat dan Angkatan Laut di kedua pihak pada Perang Dunia II; Jerman menggunakan komunikasi radio untuk pesan diplomatik ketika kabel bawah lautnya dipotong oleh Britania. Amerika Serikat menyampaikan Program 14 Titik Presiden Woodrow Wilson kepada Jerman melalui radio ketika perang. Siaran mulai dapat dilakukan pada 1920-an, dengan populernya pesawat radio, terutama di Eropa dan Amerika Serikat. Selain siaran, siaran titik-ke-titik, termasuk telepon dan siaran ulang program radio, menjadi populer pada 1920-an dan 1930-an Penggunaan radio dalam masa sebelum perang adalah untuk mengembangan pendeteksian dan pelokasian pesawat dan kapal dengan penggunaan radar. Sekarang, radio banyak bentuknya, termasuk jaringan tanpa kabel, komunikasi bergerak di segala jenis, dan juga penyiaran radio. Sebelum televisi terkenal, siaran radio komersial termasuk drama, komedi, beragam show, dan banyak hiburan lainnya; tidak hanya berita dan musik saja.
Quote:
Radio AM
Radio AM (modulasi amplitudo) bekerja dengan prinsip memodulasikan gelombang radio dan gelombang audio. Kedua gelombangg ini sama-sama memiliki amplitudo yang konstan. Namun proses modulasi ini kemudian mengubah amplitudo gelombang penghantar (radio) sesuai dengan amplitudo gelombang audio.

Pada tahun 1896 ilmuwan Italia, Guglielmo Marconi mendapat hak paten atas telegraf nirkabel yang menggunakan dua sirkuit. Pada saat itu sinyal ini hanya bisa dikirim pada jarak dekat. Namun, hal inilah yang memulai perkembangan teknologi radio. Pada tahun 1897 Marconi kembali mempublikasikan penemuan bahwa sinyal nirkabel dapat ditransmisikan pada jarak yang lebih jauh (12 mil). Selanjutnya, pada 1899 Marconi berhasil melakukan komunikasi nirkabel antara Perancis dan Inggris lewat Selat Inggris dengan menggunakan osilator Tesla.

John Ambrose Fleming pada tahun 1904 menemukan bahwa tabung audion dapat digunakan sebagai receiver nirkabel bagi teknologi radio ini. Dua tahun kemudian Dr. Lee deForest menemukan tabung elektron yang terdiri dari tiga elemen (triode audion). Penemuan ini memungkinkan gelombang suara ditransmisikan melalui sistem komunikasi nirkabel. Tetapi sinyal yang ditangkap masih sangat lemah. Barulah pada tahun 1912 [[Edwin Howard Armstrong menemukan penguat gelombang radio disebut juga radio amplifier. Alat ini bekerja dengan cara menangkap sinyal elektromagnetik dari transmisi radio dan memberikan sinyal balik dari tabung. Dengan begitu kekuatan sinyal akan meningkat sebanyak 20.000 kali perdetik. Suara yang ditangkap juga jauh lebih kuat sehingga bisa didengar langsung tanpa menggunakan earphone. Penemuan ini kemudian menjadi sangat penting dalam sistem komunikasi radio karena jauh lebih efisien dibandingkan alat terdahulu. Meskipun demikian hak paten atas amplifier jatuh ke tangan Dr. Lee deforest. Sampai saat ini radio amplifier masih menjadi teknologi inti pada pesawat radio.

Awalnya penggunanaan radio AM hanya untuk keperluan telegram nirkabel. Orang pertama yang melakukan siaran radio dengan suara manusia adalah Reginald Aubrey Fessenden. Ia melakukan siaran radio pertama dengan suara manusia pada 23 Desember 1900 pada jarak 50 mil (dari Cobb Island ke Arlington, Virginia) Saat ini radio AM tidak terlalu banyak digunakan untuk siaran radio komersial karena kualitas suara yang buruk.

Radio FM
Radio FM (modulasi frekuensi) bekerja dengan prinsip yang serupa dengan radio AM, yaitu dengan memodulasi gelombang radio (penghantar) dengan gelombang audio. Hanya saja, pada radio FM proses modulasi ini menyebabkan perubahan pada frekuensi.

Ketika radio AM umum digunakan, Armstrong menemukan bahwa masalah lain radio terletak pada jenis sinyal yang ditransmisikan. Pada saat itu gelombang audio ditransmisikan bersama gelombang radio dengan menggunakan modulasi amplitudo (AM). Modulasi ini sangat rentan akan gangguan cuaca. Pada akhir 1920-an Armstrong mulai mencoba menggunakan modulasi dimana amplitudo gelombang penghantar (radio) dibuat konstan. Pada tahun 1933 ia akhirnya menemukan sistem modulasi frekuensi (FM) yang menghasilkan suara jauh lebih jernih, serta tidak terganggu oleh cuaca buruk.

Sayangnya teknologi ini tidak serta merta digunakan secara massal. Depresi ekonomi pada tahun 1930-an menyebabkan industri radio enggan mengadopsi sistem baru ini karena mengharuskan penggantian transmiter dan receiver yang memakan banyak biaya. Baru pada tahun 1940 Armstrong bisa mendirikan stasiun radio FM pertama dengan biayanya sendiri. Dua tahun kemudian Federal Communication Comission (FCC) mengalokasikan beberapa frekuensi untuk stasiun radio FM yang dibangun Armstrong. Perlu waktu lama bagi modulasi frekuensi untuk menjadi sistem yang digunakan secara luas. Selain itu hak paten juga tidak kunjung didapatkan oleh Armstrong.

Frustasi akan segala kesulitan dalam memperjuangkan sistem FM, Armstrong mengakhiri hidupnya secara tragis dengan cara bunuh diri. Beruntung istrinya kemudian berhasil memperjuangkan hak-hak Armstrong atas penemuannya. Barulah pada akhir 1960-an FM menjadi sistem yang benar-benar mapan. Hampir 2000 stasiun radio FM tersebar di Amerika, FM menjadi penyokong gelombang mikro (microwave), pada akhirnya FM benar-benar diakui sebagai sistem unggulan di berbagai bidang komunikasi.

Inilah Sejarah Pertama Manusia Bermain Api


Kemampuan manusia purba mengontrol api merupakan langkah paling penting dalam sejarah peradaban. Ternyata, teknik itu dipahami lebih lambat dari perkiraan sebelumnya.

Kebiasaan memanfaatkan api dimulai antara 300 ribu hingga 400 ribu tahun yang lalu berdasarkan analis 141 situs arkeologi seluruh Eropa. Padahal sebelumnya, ilmuwan memperkirakan penggunaan api sudah berlangsung di Eropa setidaknya satu juta tahun yang lalu. Kebanyakan arkeolog setuju penggunaan api terkait kolonisasi di luar Afrika, terutama di Eropa saat suhu jatuh hingga di bawah titk beku.

Temuan yang dipublikasikan di jurnal Proceedings of the National Academy of University of Colorado itu mengungkapkan manusia purba dan kaum Neanderthal yang hidup di Eropa secara rutin menggunakan api untuk kehangatan, memasak dan sumber cahaya.

“Pola yang muncul sama mengejutkan dengan kemampuan manusia kuno untuk bertahan di iklim dingin Eropa,” utlis Wil Roebroeks dari Leiden University, Belanda. Alasan mengapa manusia lampau ‘terlambat’ menggunakan api diantaranya penyesuaian pola makan sehingga terbiasa dengan cuaca dingin. Mereka mengkonsumsi daging mentah dan makanan laut.

Arkeolog Harvard University, Richard W. Wrangham mengklaim kemampuan memanfaatkan api untuk memasak sehingga menciptakan gizi yang cukup bagi manusia merupakan salah satu titik utama dalam evolusi manusia modern.

Pemuda Indonesia di Mata Bung Hatta

 
“Sejak dari usia kecil, Pemuda Indonesia membawa sepotong pengalaman kolonial yang dipikulnya sepanjang hidupnya. Hanya mereka yang memikirkan masa depannya sendiri, kebahagiaannya sendiri, dan bersedia semua cita-cita sajalah yang mau melupakan semua itu, dan demikian memupuk moral-budak dalam diri mereka”

Ucapan ini di sampaikan Bung Hatta dalam pembelaannya, di pengadilan Den Haag (9 Maret 1928). Ucapan ini merupakan penggambaran beliau terhadap semangatnya pemuda indonesia yang ingin melepaskan diri dari kungkungan penjajah, sejak dari usia kecil pemuda indonesia sudah terbiasa dengan iklim politik, berpikir dan berjuang semata-mata untik Indonesia merdeka, melepaskan cita-cita pribadi demi kepentingan kemerdekaan indonesia.

Tentunya pandangan Bung Hatta yang saya maksudkan bukanlah pandangan umum pemuda indonesia secara keseluruhan. Pada masa itu Pemuda Indonesia mengenal politik sudah dari remaja, jadi sangat wajar jika para pemimpin dimasa itu masih muda-muda. Loyalitas dan kebersamaan dalam perjuangan sangatlah kuat, ini semua karena kesamaan visi untuk tujuan indonesia merdeka.

Pemuda Indonesia dan Politik

Dalam pandangan Bung Hatta, Pemuda Indonesia berpolitik lebih awal dibandingkan pemuda dibarat, saat itu padahal pola berpikir seperti itu dianggap sebagai pengaruh Barat, sementara hal seperti itu di barat sendiri dianggap sebagi sesuatu yang tidak nomal, seperti yang dikatakan Bung Hatta:

“Di Barat, pemuda-pemudi intlektuil pada universitas-universitas memepersiapkan diri untuk kegiatan dibidang politik dan kemasyarakatan dikemudian hari.” dikemudian hari disini maksudnya setelah mereka menyelesaikan studi mereka. kalau pemuda Indonesia lebih awal terjun kepolitik dikarenakan situasi dan kondisi yang sangat memaksa. “Sedangkan di Indonesia,kegiatan itu sudah dimulai tatkala pemuda-pemudanya masih duduk dibangku sekolah. Organisasi-organisasi pemuda seperti Jong Java, Jong Sumatranen bond, Jong Minahas, Jong Ambon, Jong Islamieten Bond, Indonesia Muda dan lain-lain, semua organisasi itu lahir dari ruangan kelas sekolah-sekolah menengah”. Demikian yang dikatakan Bung Hatta lagi.

Itulah selemumit pandangan Bung Hatta tentang Pemuda Indonesia di masa lalu, bagaimana sikap pemuda terhadap kolonial, sehingga situasi dan kondisi saat itu justeru membuat Pemuda Indonesia cepat dewasa mengahadapi keadaan, dan mampu berjuang untuk Kemerdekaan Indonesia. Jadi wajar saja kalau Soekarno masih mudapun sudah matang berpikir, dan senantiasa berpikir untuk kemerdekaan Indonesia. Mungkin dengan kondisi sekarang ini Pemuda Indonesa berjuang sesuai pula dengan kondisi yang ada.

Asal Usul Abjad

Asal Usul Abjad

Abjad adalah sekumpulan huruf yang dipakai untuk menuliskan suatu bahasa. Huruf-huruf itu disusun dalam urutan tertentu. Setiap huruf melambangkan sebuah bunyi.
Beribu-ribu tahun yang lalu tidak ada huruf. Untuk menyatakan pikiran dan gagasannya, manusia membuat gambar. Mulanya gambar-gambar itu sederhana dan dapat dipahami oleh hamper semua orang. Kata mata dilukiskan dengan gambar mata.

Kemudian, gambar menjadi lambing suatu gagasan. Gambar mata mungkin berarti “melihat”. Orang-orang cina, mesir, dan babilonia membuat tulisan gambar yang sangat rumit. Tidaklah mudah menulis dengan gambar, untuk dapat mengungkapkan pikiran yang lengkap, penulis harus mengingat-ingat sekitar 600 lambang.
Abjad pertama diciptakan oleh bangsa FUNISIA. Untuk tiap bunyi dalam bahasanya, mereka memakai sebuah lambing. Lambing ini kemudian dipakai oleh orang yunani, yang menamakan huruf pertama dan kedua alpha dan beta. Kata “alphabet” yang berarti abjad berasal dari kedua kata tersebut.
Orang romawi memakai abjad yunani dan mengadakan perubahan-perubahan serta menambah beberapa huruf. Abjad ini kemudian menjadi apa yang kita pakai sekarang.

asal usul candi borobudur dan misterinya


Di Indonesia ada bangunan raksasa yang masih banyak misteri tak terpecahkan. Yaitu Candi Borobudur.

Menurut sejarah Candi Borobudur dibangun oleh Raja Smaratungga salah satu raja kerajaan Mataram kuno dari dinasti Syailendra pada abad ke-8. Menurut legenda Candi Borobudur dibangun oleh seo...rang arsitek bernama Gunadharma, namun kebenaran berita tersebut secara hirtoris belum diketahui secara pasti.

Kalau kita lihat dari kejauhan, Borobudur akan tampak seperti susunan bangunan berundak atau semacam piramida dan sebuah stupa. Berbeda dengan piramida raksasa di Mesir dan Piramida Teotihuacan di Meksiko Candi Borobudur merupakan versi lain bangunan piramida. Piramida Borobudur berupa kepunden berundak yang tidak akan ditemukan di daerah dan negara manapun.

Sedangkan ketika dilihat dari udara, bentuk Candi Borobudur mirip dengan teratai. Teratai memang salah satu dari simbol-simbol yang dipakai dalam penghormatan (puja) agama Buddha, melambangkan kesucian, mengingatkan umat Buddha untuk senantiasa menjaga pikiran dan hati tetap bersih meski berada di lingkungan yang tidak bersih.

Tahun 1930-an W.O.J. Nieuwenkamp pernah memberikan khayalan ilmiah terhadap Candi Borobudur. Didukung penelitian geologi, Nieuwenkamp mengatakan bahwa Candi Borobudur bukannya dimaksud sebagai bangunan stupa melainkan sebagai bunga teratai yang mengapung di atas danau. Danau yang sekarang sudah kering sama sekali, dulu meliputi sebagian dari daerah dataran Kedu yang terhampar di sekitar bukit Borobudur. Foto udara daerah Kedu memang memberi kesan adanya danau yang amat luas di sekeliling Candi Borobudur.

Menurut kitab-kitab kuno, sebuah candi didirikan di sekitar tempat bercengkeramanya para dewa. Puncak dan lereng bukit, daerah kegiatan gunung berapi, dataran tinggi, tepian sungai dan danau, dan pertemuan dua sungai dianggap menjadi lokasi yang baik untuk pendirian sebuah candi.

Yang menarik dari Candi Borobudur adalah nama arsiteknya, yang bernama Gunadharma. Tapi siapakah Gunadharma?
Tidak ada catatan sejarah mengenai tokoh bernama Gunadharma ini. Diperkirakan Gunadharma merupakan simbol dari nama seseorang yang punya intelektual luar biasa. Ada anggapan bahwa Candi Borobudur dibangun dengan bantuan 'makhluk lain'.

Bahan dasar penyusun Candi Borobudur adalah batuan yang mencapai ribuan meter kubik jumlahnya. Sebuah batu beratnya ratusan kilogram. Hebatnya, untuk merekatkan batu tidak digunakan semen. Antarbatu hanya saling dikaitkan, yakni batu atas-bawah, kiri-kanan, dan belakang-depan. Bila dilihat dari udara, maka bentuk Candi Borobudur dan arca-arcanya relatif simetris. Kehebatan lain, di dekat Candi Borobudur terdapat Candi Mendut dan Candi Pawon. Ternyata Borobudur, Mendut, dan Pawon jika ditarik garis khayat, berada dalam satu garis lurus.

Candi Borobudur merupakan candi Budha, terletak di desa Borobudur kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dibangun oleh Raja Samaratungga, salah satu raja kerajaan Mataram Kuno, keturunan Wangsa Syailendra.
Nama Borobudur merupakan gabungan dari kata Bara dan Budur. Bara dari bahasa Sansekerta berarti... kompleks candi atau biara. Sedangkan Budur berasal dari kata Beduhur yang berarti di atas, dengan demikian Borobudur berarti Biara di atas bukit. Sementara menurut sumber lain berarti sebuah gunungyang berteras-teras (budhara), sementara sumber lainnya mengatakan Borobudur berarti biara yang terletak di tempat tinggi. Bangunan Borobudur berbentuk punden berundak terdiri dari 10 tingkat, berukuran 123 x 123 meter. Tingginya 42 meter sebelum direnovasi dan 34,5 meter setelah direnovasi karena tingkat paling bawah digunakan sebagai penahan. Candi Budha ini memiliki 1460 relief dan 504 stupa Budha di kompleksnya. Enam tingkat paling bawah berbentuk bujur sangkar dan tiga tingkat di atasnya berbentuk lingkaran dan satu tingkat tertinggi yang berupa stupa Budha yang menghadap ke arah barat.

Setiap tingkatan melambangkan tahapan kehidupan manusia. Sesuai mahzab Budha Mahayana, setiap orang yang ingin mencapai tingkat sebagai Budha mesti melalui setiap tingkatan kehidupan tersebut.

* Kamadhatu, bagian dasar Borobudur, melambangkan manusia yang masih terikat nafsu.

* Rupadhatu, empat tingkat di atasnya, melambangkan manusia yang telah dapat membebaskan diri dari nafsu namun masih terikat rupa dan bentuk. Pada tingkat tersebut, patung Budha diletakkan terbuka.
* Arupadhatu, tiga tingkat di atasnya dimana Budha diletakkan di dalam stupa yang berlubang-lubang. Melambangkan manusia yang telah terbebas dari nafsu, rupa, dan bentuk.
* Arupa, bagian paling atas yang melambangkan nirwana, tempat Budha bersemayam.

Setiap tingkatan memiliki relief-relief yang akan terbaca secara runtut berjalan searah jarum jam (arah kiri dari pintu masuk candi). Pada reliefnya Borobudur bercerita tentang suatu kisah yang sangat melegenda, bermacam-macam isi ceritanya, antara lain ada relief-relief tentang wiracarita Ramayana, ada pula relief-relief cerita jātaka. Selain itu, terdapat pula relief yang menggambarkan kondisi masyarakat saat itu. Misalnya, relief tentang aktivitas petani yang mencerminkan tentang kemajuan sistem pertanian saat itu dan relief kapal layar merupakan representasi dari kemajuan pelayaran yang waktu itu berpusat di Bergotta (Semarang).
Keseluruhan relief yang ada di candi Borobudur mencerminkan ajaran sang Budha. Seorang budhis asal India bernama Atisha, pada abad ke 10, pernah berkunjung ke candi yang dibangun 3 abad sebelum Angkor Wat di Kamboja dan 4 abad sebelum Katedral Agung di Eropa ini. Berkat mengunjungi Borobudur dan berbekal naskah ajaran Budha dari Serlingpa (salah satu raja Kerajaan Sriwijaya), Atisha mampu mengembangkan ajaran Budha. Ia menjadi kepala biara Vikramasila dan mengajari orang Tibet tentang cara mempraktekkan Dharma. Enam naskah dari Serlingpa pun diringkas menjadi sebuah inti ajaran disebut “The Lamp for the Path to Enlightenment” atau yang lebih dikenal dengan nama Bodhipathapradipa.
Salah satu pertanyaan yang kini belum terjawab tentang Borobudur adalah bagaimana kondisi sekitar candi ketika dibangun dan mengapa candi itu ditemukan dalam keadaan terkubur. Beberapa mengatakan Borobudur awalnya berdiri dikelilingii rawa kemudian terpendam karena letusan Merapi. Hal tersebut berdasarkan prasasti Kalkutta bertuliskan ‘Amawa’ berarti lautan susu. Kata itu yang kemudian diartikan sebagai lahar Merapi, kemungkinan Borobudur tertimbun lahar dingin Merapi. Desa-desa sekitar Borobudur, seperti Karanganyar dan Wanurejo terdapat aktivitas warga membuat kerajinan. Selain itu, puncak watu Kendil merupakan tempat ideal untuk memandang panorama Borobudur dari atas. Gempa 27 Mei 2006 lalu tidak berdampak sama sekali pada Borobudur sehingga bangunan candi tersebut masih dapat dikunjungi.



Materi Candi Borobudur

Candi Borobudur merupakan candi terbesar kedua setelah Candi Ankor Wat di Kamboja. Luas bangunan Candi Borobudur 15.129 m2 yang tersusun dari 55.000 m3 batu, dari 2 juta potongan batu-batuan. Ukuran batu rata-rata 25 cm X 10 cm X 15 cm. Panjang potongan batu secara keseluruhan 500 km dengan berat keseluruhan batu 1,3 juta ton. Dinding-dinding Candi Borobudur dikelilingi oleh gambar-gambar atau relief yang merupakan satu rangkaian cerita yang terususun dalam 1.460 panel. Panjang panel masing-masing 2 meter. Jika rangkaian relief itu dibentangkan maka kurang lebih panjang relief seluruhnya 3 km. Jumlah tingkat ada sepuluh, tingkat 1-6 berbentuk bujur sangkar, sedangkan tingkat 7-10 berbentuk bundar. Arca yang terdapat di seluruh bangunan candi berjumlah 504 buah. Tinggi candi dari permukaan tanah sampai ujung stupa induk dulunya 42 meter, namun sekarang tinggal 34,5 meter setelah tersambar petir.

Menurut hasil penyelidikan seorang antropolog-etnolog Austria, Robert von Heine Geldern, nenek moyang bangsa Indonesia sudah mengenal tata budaya pada zaman Neolithic dan Megalithic yang berasal dari Vietnam Selatan dan Kamboja. Pada zaman Megalithic itu nenek moyang bangsa Indonesia membuat makam leluhurnya sekaligus tempat pemujaan berupa bangunan piramida bersusun, semakin ke atas semakin kecil. Salah satunya yang ditemukan di Lebak Sibedug Leuwiliang Bogor Jawa Barat. Bangunan serupa juga terdapat di Candi Sukuh di dekat Solo, juga Candi Borobudur. Kalau kita lihat dari kejauhan, Borobudur akan tampak seperti susunan bangunan berundak atau semacam piramida dan sebuah stupa. Berbeda dengan piramida raksasa di Mesir dan Piramida Teotihuacan di Meksiko Candi Borobudur merupakan versi lain bangunan piramida. Piramida Borobudur berupa kepunden berundak yang tidak akan ditemukan di daerah dan negara manapun, termasuk di India. Hal tersebut merupakan salah satu kelebihan Candi Borobudur yang merupakan kekhasan arsitektur Budhis di Indonesia.

dan masih banyak tentang candi borobudur yang belum dijelaskan diatas seperti :
Misteri seputar Candi Borobudur

Sejarah Candi Borobudur

Mengapa diNamakan Borobudur

Pembangunan Candi Borobudur

untuk lebih jelasnya klik disini

Masjid Jama, Peninggalan Raja Shah Jahan



Patut diacungi jempol memang negara yang satu ini, begitu banyaknya cerita warisan sejarah dari abad lampau yang sampai saat ini masih terlihat indah, seperti indahnya masjid terbesar yang satu ini. Kalau Indonesia punya Masjid Istiqlal, maka India punya Masjid Jama yang sangat terkenal, tidak hanya sebagai tempat ibadah saja tapi juga karena berasal dari sejarah masa abad pertengahan yang termashyur, Raja Shah Jahan pada tahun 1644, yang mana pembangunan masjid ini baru disempurnakan setelah 14 tahun kemudian yaitu pada tahun 1658.

Setelah Agra dengan Taj Mahalnya, maka Masjid Jama ini merupakan monumen terakhir yang didirikannya, sebelum akhirnya beliau mengembuskan nafas terakhirnya. Lokasi bedirinya Masjid Terindah dan Terbesar di India ini tak jauh dari The Red Fort, sekitar 2 km sebelah barat, tepatnya disisi jalan Chadni Chowk yang merupakan jalan umum yang ramai dengan hiruk-pikuk aktivitas warga Old Delhi. Sedang Old Delhi atau Chadni Chowk sendiri berada tak jauh, kira-kira 3 km dari pusat kota Delhi yang terletak di Connaugh Place di daerah Rajiv Chowk, bisa menggunakan jasa transportasi seperti autoricksaw (sejenis bajaj) ataupun Metro Railway Station (sejenis monorel).

Masjid Jama atau disebut juga Masjid I-JAHAN-NUMA dalam bahasa Persia yang artinya Masjid Cermin Dunia, ini pembangunannya dikerjakan oleh sekitar lima ribu pekerja dalam kurun waktu 6 tahun. Konon menelan biaya sekitar 10 lakhs rupee atau setara dengan 1 juta rupee, semua biaya pembangunan tersebut berasal dari kekaisaran Mughal.

Tak berhenti disitu saja, Shah Jahan juga mendirikan Masjid Utama di Ajmer, Agra dan Lahore. Tapi yang paling terkenal adalah Masjid Jama ini. Secara keseluruhan, baik denah ataupun struktur bangunan, Masjid Jama ini punya kemiripan dengan Masjid Fathepuri Sikhri yang berada tak jauh dari Masjid Jama. Hanya saja Masjid Jama punya ukuran dan luas lebih besar dari pada Fathepuri Shikri.

Masjid yang punya daya tampung 2.500 jemaah ini tak hanya ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal, wisatawan asing pun nampak antre untuk masuk mengagumi kemegahan masjid ini. Masuk pun tak boleh sembarangan. Masjid ini punya ketentuan tersendiri bagi para pengunjungnya, terutama dalam hal berpakaian dan waktu berkunjung. Dalam segi pakaian semua pengunjung harus menutup aurat, misalnya bagi kaum pria harus memakai celana panjang dan tentunya bagi kaum perempuan diharuskan tertutup minimal dari batas leher sampai ke bawah mata kaki. Tapi jangan khawatir bagi Anda yang berkunjung dengan memakai pakaian yang tak seharusnya, karena pihak pengurus masjid menyediakan kain penutup aurat berupa sarung untuk pria, dan kain jubah untuk pengunjung perempuan.

Dan sebagaimana ketentuan di setiap tempat ibadah pada umumnya, setiap pengunjung, baik wisatawan ataupun umat diharuskan melepas alas kaki. Tak perlu khawatir, di Masjid Jama ini terdapat penitipan alas kaki. Begitu juga dengan waktu berkunjung, masjid ini memiliki ketentuan berkunjung bagi Non-Muslim, yaitu biasanya diluar waktu-waktu ibadah Sholat, selepas Shubuh sampai pukul 12.00 waktu Sholat Dzuhur tiba. Dilanjutkan selepas waktu Dzuhur hingga waktu sholat Ashar setempat. Dari pukul 5 sampai pukul 7, selepas pukul 7 malam pengunjung dilarang masuk khususnya Non-Muslim, ini diisyaratkan untuk menghormati waktu ibadah umat Islam.

Nama lain dari Masjid Jama adalah Masjid Jami (Jami berarti Jumat). Nama masjid ini diambil dari nama hari jumat, dimana pada setiap hari jumat tiba, masjid ini selalu dipenuhi jamaah laki-laki yang diwajibkan datang untuk beribadah sholat jumat. Kebetulan sekali kami berkunjung bertepatan dengan hari Jumat, suasana sejak pagi sudah sangat ramai dengan pengunjung, baik wisatawan atau umat muslim yang akan melaksanakan sholat jumat.

Berbeda sekali dengan suasana di lorong-lorong sebelah utara masjid ini, tepatnya di sisi-sisi jalan Chadni Chowk, yang merupakan kawasan perbelanjaan, yang konon dulu merupakan kawasan perbelanjaan yang mewah dan cantik. Tapi seiring waktu dan kebiasaan masyarakat sekitar yang tidak memelihara kebersihan, kawasan ini menjadi padat dan sangat kumuh. Kebanyakan dari mereka menutup aktivitas bisnisnya pada hari jum'at, walau tak sedikit pula ada toko-toko yang buka setelah waktu sholat Jumat.

Ketika hari mulai beranjak siang dan mulai masuk waktu sholat Jumat, nampak sekali umat Muslim yang mulai berdatangan dari segala penjuru arah, terlihat dari pintu utara masjid yang mempunyai 39 anak tangga, 33 anak tangga di pintu selatan dan dari timur dengan 35 anak tangga yang konon merupakan pintu khusus bagi keluarga kerajaan. Uniknya, sekarang ini anak tangga tersebut digunakan untuk para pedagang dan pengamen bahkan pengemis jalanan. Dan selepas petang hari, anak tangga pada pintu timur di sulap menjadi bazaar ternak khususnya ayam dan burung yang tak sedikit peminatnya.

Masjid yang memiliki batu bata sebagai elemen penting dari bangunannya ini dihadapkan ke barat, dengan panjang 80 meter dan lebarnya 27 meter juga dengan keberadaan teras-teras yang terletak di timur, selatan dan utara. Masjid ini juga mempunyai 3 pintu gerbang, dimana setiap pintu gerbang memiliki sebuah menara. Masjid ini banyak memiliki keistimewaan, antara lain, masjid ini mempunyai 2 menara utama (tempat muadzin mengumandangkan adzan) dengan ketinggian 41 meter. Dengan menaiki 135 anak tangga yang terbuat dari pualam hitam dan batu bata ini pengunjung diajak menikmati secara garis besar kota Old Delhi ini dari puncak menara, nampak pula bentangan benteng merah di sudut utara menara ini.

Pada bagian atap masjid ini juga terdapat 3 buah kubah berukuran sangat besar, kubah ini dihiasi dengan pualam hitam dan putih yang bagian atasnya berhiaskan emas. Masih di dalam kompleks masjid ini, terdapat beberapa pintu akses menuju kota, antara lain Khasmiri Gate, Delhi Gate, Ajmeri Gate, Turkman Gate, dan pintu-pintu ini merupakan sebagian dari 14 pintu yang semula ada di tembok kota Shahjahanabad.

Untuk menengok keberadaan masjid ini memang tak merogoh kocek banyak, tidak ada pungutan untuk sekadar masuk dan melihat masjid ini, tapi bagi pengunjung yang membawa kamera dan sejenisnya akan dikenakan biaya sebesar 200 rupee, dan untuk bisa naik ke 2 menara utama Masjid Jama ini dikenakan administrasi sebesar 100 rupee per kepala.

Tidak hanya wisata pengetahuan, selepas lelah mengunjungi Masjid Jama ini, pengunjung dapat menikmati wisata kuliner, yang biasanya menyuguhkan menu-menu andalan berupa kambing, ayam dan kuliner non-vegetarian menarik lainnya. Dan di sudut gang, di bazaar ini terdapat Kareem's Resto yang tampaknya menjadi ikon kuliner di Old Delhi ini. Soal rasa dan kualitas restoran ini kami sempatkan untuk mencicipinya dan jangan ditanya, Anda dijamin tidak menyesal datang sendiri untuk menikmatinya.

banner ads