welcome
Showing posts with label motivasi. Show all posts
Showing posts with label motivasi. Show all posts

Wednesday

Kata Goblok Tapi Bijak

Bob Sadino
“Orang pintar biasanya paling banyak harapannya. Bahkan maunya berhasil dalam waktu singkat. Padahal kita tahu semua itu Impossible! 0rang goblok harapannya hanya satu ; hari ini bisa makan!”

“Orang pintar biasanya banyak ide, bahkan terlalu banyak sehingga tidak satupun yang menjadi kenyataan. Sementara orang ‘goblok’ mungkin hanya punya satu ide, dan satu ide itulah yang menjadi pilihan usahanya.”

“Orang ‘goblok’ biasanya lebih berani dibanding orang ‘pintar’. Kenapa ??? Karena orang ‘goblok’ sering tidak berpikir panjang atau banyak pertimbangan. Dia nothing to lose. Sebaliknya orang ‘pintar’ terlalu banyak pertimbangan sehingga tidak melangkah-langkah.”

“Sekolah terbaik adalah sekolah kehidupan, sekolah jalanan, sekolah yang memberikan kebebasan kepada muridnya untuk mengeksplorasi dengan leluasa seluruh potensinya yang ada padanya.”

“Orang bodoh sulit mendapat pekerjaan sehingga dia terpaksa buka usaha sendiri. Dalam perjalanan bisnisnya agar semakin sukses dia harus merekrut orang pintar. Alhasil orang bodoh tadi jadi bos nya orang pintar.”

“Orang pintar belajar keras untuk mendapatkan ijazah dan secepat mungkin melamar pekerjaan. Orang bodoh berjuang keras secepatnya mendapatkan uang, agar bisa membayar pelamar kerja.”

“Setiap bertemu  dengan orang baru, saya selalu mengosongkan gelas saya terlebih dahulu.”

“Semakin goblok seseorang, akan kian banyak ilmu yang diperolehnya. Saya menggoblokkan diri sendiri terlebih dahulu sebelum menggoblokkan orang lain.”

“Anda berpikir seribu mil, wah pasti terasa jauh. Sedangkan saya tidak pernah berpikir karena hanya melakukan selangkah saja. Ngapain pakai mikir kan hanya selangkah…..”

Ketika Orang Rusia Belajar Bahasa Indonesia


Ketika saya mulai belajar bahasa Indonesia pertama kali, saya sulit membedakan ayah dan ayam. Jadi saat itu saya bilang, saya makan ayah."

Itulah cerita Nikita Yurchikov, pemuda Rusia berusia 19 tahun. Ceritanya tak ayal mendapat sambutan gelak tawa dari para hadirin.

Cerita lucu mahasiswa program studi Bahasa Indonesia di Moscow State University itu muncul dalam acara kumpul-kumpul warga Rusia pecinta Indonesia dan warga Indonesia di Rusia yang digelar di kediaman Dubes RI di Moskow, Djauhari Oratmangun, pertengahan Mei 2013 lalu yang juga dihadiri detikcom. Sejumlah mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Moskow juga terlihat.

Acara ini diisi menyanyi bersama dan berbagi cerita lucu sejumlah tamu saat pertama kali belajar bahasa Indonesia dan Rusia. Nikita menceritakan kisahnya dalam bahasa Indonesia yang jelas.

Cerita juga muncul dari Marina. Dia telah belajar bahasa Indonesia selama 10 tahun, yaitu di bangku kuliah selama 5 tahun dan selama 5 tahun bekerja di KBRI di Moskow.

Marina bercerita, dia pernah juga memperdalam bahasa Indonesianya di Universitas Indonesia, Depok. Nah, suatu ketika, Marina yang selama kuliah tinggal di sekitar kampus UI, berbelanja keperluan bersama temannya. Puas belanja, mereka pulang naik taksi.

Tapi taksi saja terus meluncur, menjauhi tujuan mereka. Marina lantas mengingatkan sopir taksi itu bahwa mereka telah melewati daerah tujuan. "Bapak, tapi kita sudah melewati kampus," begitu warning Marina.

Mendengar peringatan Marina, apa jawaban sopir itu? "Sopir itu menjawab, kampus mampus...kampus mampus...," ujar Marina, disambut tawa dan tepuk tangan. Tentunya sopir itu bermaksud bercanda.

Sedang pengalaman yang terkesan dari Maria saat belajar bahasa Indonesia adalah penggunaan kata 'gunung' dengan 'gunung api' dan 'kereta' dengan 'kereta api'.

Dalam acara santai itu muncul juga kenangan bahwa mempelajari bahasa Indonesia itu cukup sulit, sebab arus belajar awalan, akhiran, dan lain-lain. Hingga muncul cerita seseorang yang berpamitan (good bye) dari suatu acara, dia justru mengucapkan 'Selamat Meninggal'.

Di malam ramah tamah itu hadir juga seorang pria Rusia yang berbaju serba putih yang biasa dipanggil Pak Sergey. Pada tahun 70-an, dia bekerja di Indonesia dan mendapat 'nama akrab' Saragih.

Tampak pula Lyudmila Demidyuk, yang mengajar bahasa Indonesia di Moscow State University sejak 1963. Perempuan ini turut menyusun kamus bahasa Indonesia-Rusia yang dirilis tahun 2010 silam. Dia menghargai anak-anak muda Indonesia yang belajar bahasa Rusia.

"Yang terkesan bagi saya adalah melihat mahasiswa Indonesia mau mengenal Rusia dan belajar bahasa Rusia. Para anak muda itu sangat penting," ujarnya.

Warga Indonesia juga mendapat jatah bercerita tentang pengalamannya belajar bahasa Rusia. Setelah pidato penuh ger-geran itu berakhir, acara dilanjutkan dengan makan malam. Hidangan yang disajikan khas Indonesia seperti oseng kacang panjang, sup buntut, gulai ikan, hingga sambal dan krupuk.

 "Saya suka semua hidangan yang disajikan," komentar Nikita yang punya makanan favorit nasi goreng ini.

Rayuan Pulau Kelapa

Masih ada bagian yang menarik dari acara malam itu yaitu acara dibuka dengan menyanyikan lagu nasional Rayuan Pulau Kelapa karya Ismail Marzuki. Dubes Djauhari Oratmangun bersama sejumlah warga Rusia menyanyikan lagu itu dalam bahasa Indonesia diiringi organ. Setelah itu dilanjutkan lagu yang sama dalam bahasa Rusia.

Oh, rupanya lagu Rayuan Pulau Kelapa cukup populer di kalangan warga senior Rusia! Mengapa bisa terjadi? Menurut Djauhari, itu terjadi saat hubungan Indonesia-Uni Soviet sedang mesra-mesranya di tahun 50-an hingga awal 60-an. "Saat itu orang-orang Soviet menyanyikan lagu tersebut dalam bahasa Rusia," kisahnya.

Awal pekan ini, Djauhari berjumpa dengan Gerogi Grecko, salah satu astoronot besar Rusia yang masih hidup. "Begitu ketemu (dia) langsung nyanyikan lagu Rayuan Pulau Kelapa bahasa Rusia," ceritanya.

Tanah airku Indonesia
Negeri elok amat kucinta
Tanah tumpah darahku yang mulia
Yang kupuja sepanjang masa
................

Kisah Perempuan Non-Muslim AS yang Memilih Berhijab

Tak semua warga AS memandang negatif jilbab. Bagi yang bersimpati, banyak tindakan konkret dilakukan. Ada yang mengenakan kampanye jilbab sehari. Ada pula yang ambil bagian dalam kampanye berjilbab.

Dalam kasus Amanda, mungkin ada perspektif baru soal jilbab di AS. Amanda seorang perempuan non-Muslim Amerika yang memilih mengenakan jilbab. Seperti seorang Muslimah, Amanda merasakan apa yang dialami Muslimah.

Sepanjang waktu, pandangan negatif seolah tak puas menatap "keanehan" yang menempel pada tubuhnya.

“Saya kenakan jilbab bukan bermaksud mengeksplorasi kehidupan Muslim. Saya telah membuat keputusan permanen guna menutupi wajah dan tangan, dan saya menyukainya,” kata dia seperti dilansir Muslimvillage, Rabu (10/9).

Amanda tinggal di Sacramento, California.  Dia lulusan, universitas of Utah, untuk kajian Internasional dan Arab. Kini, ia tengah mengejar gelar PhD. Dengan pendidikan yang demikian tinggi dan derasnya pemikiran feminisme, sikap Amanda mengejutkan.

“Ketika saya masih muda, saya menemukan jilbab untuk tampil cantik. Sayangnya, banyak mitos tentang jilbab yang membuatku gentar,” kata dia. Ketika kuliah, Amanda mulai berinteraksi dengan teman-teman Arab. Sebagian dari mereka mengenakan jilbab. Secara jujur, ia menyukai tampilan dan menghormati pilihan itu.

“Awalnya memang saya berpikir itu wujud penindasan terhadap perempuan,” kata dia. Pada waktu bersamaan, sejumlah temannya di kampus, mulai membicarakan soal Muslimah berjilbab. Banyak pemikiran negatif yang muncul. Setiap tindakan atau gerak-gerik mereka selalu dipandang negatif.

Ia pun mengalami hal itu ketika semasa mengenyam pendidikan sekolah menengah. Banyak pandangan miring terhadapnya. “Awalnya saya berpikir itu hak mereka. Saya tidak punya kemampuan menghentikan mereka,” kata dia.

Awalnya, Amanda merasa emosi ketika ada seseorang yang menatapnya dengan buruk. Ia merasa tidak nyaman dengan hal itu. Tak banyak yang bisa dilakukan Amanda ketika menghadapi situasi macam itu. Segalanya berubah ketika ia berteman dengan Muslimah berjilbab di sekolah. Kesan yang didapat Amanda sangat positif.

Amanda memandang temannya itu dengan takjub. “Wow, saya ingin terlihat seperti itu,” kata dia. Niatan spontan itu tidak main-main. Ia mulai meneliti jilbab. Ia mencari tahu mengapa Muslimah mengenakan jilbab. Lalu bagimana cara mengenakan jilbab.

Melalui jejaring sosial Youtube, ia banyak mendapat informasi itu. Lagi-lagi, Amanda kagum dengan jilbab. “Semakin saya melihat, semakin saya terkesan. Bagaimana Muslimah berjilbab memancarkan keanggunan. Saya ingin seperti mereka, bahkan saya mulai bermimpi tentang hal itu,” kenangnya.

Satu catatan penting yang didapat Amanda selama meneliti jilbab. Dengan berjilbab, setiap Muslimah mengkontrol tubuhnya dari dunia luar.  Yang jadi pertanyaan Amanda, perempuan AS dipandang rendah ketika mereka tidak berpakaian yang menarik orang lain.

“Tapi saya percaya kalau perempuan tidak perlu mengikuti standar konyol tersebut,” kata dia. Pada titik itu, Amanda kian yakin mengenakan jilbab. Yang menjadi pertimbangan Amanda, bagaimana perasaan umat Islam terhadap keinginan dirinya.

Ia khawatir umat Islam tersinggung dengan niatannya ini. Amanda baru merasa lega ketika umat Islam tidak merasa tersinggung, dan bukan Muslimah saja yang mengenakan jilbab tetapi juga perempuan Yahudi dan Kristen.Setelah yakin, Amanda pun mengenakan jilbab. Meski mulai nyaman, ia masih memikirkan perasaan umat Islam.

Untuk itulah, ia meninggalkan Yordania. Padahal ia tengah kerja magang di sana. Tiba di AS, Amanda merasa bahagia, sambutan masyarakat AS terhadap jilbabnya sangat baik. Tak sedikit yang memuji tindakannya itu.

“Beberapa mengatakan kepada saya, bahwa saya telah menghormati budaya mereka. Ini yang membuat hati saya tenang. Mereka memberiku kekuatan ketika saya harus berhadapan dengan mata yang melotot,” kenang dia.

Memang, selama ia mengenakan jilbab masih ada yang menatapnya dengan buruk. Tapi Amanda begitu siap dengan konsekuensinya. “Yang dapat saya pahami,. Tubuh ini hak saya. Dan saya akan berterima kasih kepada Muslimah yang mengajarkan itu padaku,” kata dia.

Tuesday

Nick Vujicic: Tubuh Tak Sempurna Tak Menghalanginya Jadi Motivator Andal

Nick Vujicic memang mengalami keterbatasan karena terlahir tanpa dua lengan dan kaki. Namun, ketidaksempurnaan tersebut tak menghalanginya untuk menjadiseorang motivator handal yang membuktikan, Tuhan Maha Adil. Sesuatu yang seakan menjadi kelemahan kita, bisa saja menjadi kelebihan jika kita pandai bersyukur.
Dilahirkan di Melbourne pada 4 Desember 1982, Vujicic mengaku telah diberkahi Tuhan sejak lahir. Meskipun anggota tubuhnya tak lengkap, dan sempat tidak bersekolah di sekolah umum karena keadaannya, pria berusia 30 tahun ini beruntung memiliki Duska dan Boris Vujicic, ayah dan ibu yang memiliki cinta luar biasa.
Nick Vujicic mengumpamakan, andai ia terlahir di negara dunia ketiga, bukan tidak mungkin orang tuanya akan menganggap dia sebagai kutukan, atau aib, dan bisa dibunuh ketika lahir untuk ‘menghapus jejak keberadaannya’.
Sadar akan berkah Tuhan kepadanya sejak kecil, Nick Vujicic yang seorang Kristiani memiliki mental baja. Tempaan hidup yang keras bahkan ketika di usia sekolah membuatnya tahu, keterbatasan bukanlah halangan. Maka, jadilah ia sebagai motivator andal sejak lulus dari Griffith Universiy pada usia 21 tahun.
Berbagai kalimat inspiratif meluncur dari pria yang menikah dengan Kanae Miyahara ini. Vujicic lebih suka mengajak orang-orang di sekitarnya memandang sesuatu dari sudut pandang lain. Semisal, sebuah kemalangan sekalipun, jika diterjemahkan dengan saksama, akan menunjukkan cinta Tuhan kepada kita. Dengan demikian, tidak akan ada hari-hari penuh keluhan, melainkan hari-hari penuh syukur.
“Saya memang memiliki pilihan untuk marah kepada Tuhan atas apa yang tak saya miliki. Atau, bersyukur atas apa yang saya punyai,” sebutnya dalam sebuah kesempatan.
Rasa bersyukur itulah yang kemudian akan membuat seseorang untuk tampil lebih prima dalam menjalani hidup. “Harapan dapat menyingkirkan penghalang yang bahkan seakan mustahil dilawan,” cetusnya.
Kehadiran Nick Vujicic dan kegigihannya, membuktikan tiada yang tidak mungkin dalam hidup. Sekaligus membuka mata kita, bahwa hidup ini terlalu indah untuk sekadar disesali.

Friday

Sifat Rasulullah Saw sebagai Pendidik (Bag-1)


 


Selain sebagai Nabi dan Rasul, Muhammad Saw adalah seorang pendidik. Sebagai seorang pendidik terbukti Rasulullah telah berhasil mengubah bangsa Arab yang bertabiat kasar menjadi rahib di malam hari, dan para penunggang kuda yang tangguh di siang harinya. Mereka satu sama lain saling mencintai, seperti kecintaan terhadap diri mereka sendiri. Mengutamakan orang lain melebihi dirinya, meski mereka sangat membutuhkannya. Sampai-sampai lawan dan kawan memberikan pengakuan atas perilaku agung mereka. Begitu juga Allah Swt, Dzat Yang Menciptakan mereka, telah menyematkan gelar “umat terbaik” yang dilahirkan untuk manusia; mereka senantiasa menegakkan kemakrufan, mencegah kemunkaran dan beriman kepada Alla Swt.

Kesuksesan Rasulullah dalam mendidik bangsa Arab, selain dengan strategi pendidikan yang jitu, tentu tidak lepas dari sifat-sifat teladan beliau sebagai seorang pendidik. Profesor Doktor Muhammad Rawwas Qal’ah Jie, dalam kitabnya, “Dirasah Tahliliyah li Syakhsiyyah ar-Rasul Muhammad”, menjelaskan setidaknya ada delapan sifat Rasulullah yang harus jadi teladan para pendidik agar sukses dalam mendidik masyarakat.

Pertama, Kasih Sayang

Sifat ini wajib dimiliki oleh setiap pendidik. Karenanya, orang yang hatinya keras, tidak layak menjadi pendidik. Sebab, kasih sayang ini  merupakan perasaan sensitif yang secara otomatis bisa mendorong pendidik untuk tidak suka meringankan beban orang yang dididiknya.

Ketika membicarakan sifat-sifat Rasulullah saw, kita akan menyaksikan, bagaimana beliau memendekkan shalatnya ketika mendengar tangis anak kecil di belakang shaf (barisan), karena kasih sayang beliau kepada ibunya yang merasakan kepedihan tangis anaknya.

Kita juga bisa menyaksikan bagaimana beliau telah menerima penganiayaan orang-orang musyrik Makkah, dan di Thaif pun beliau mendapatkan hal yang sama, ketika beliau didatangi malaikat penunggu gunung agar diperintahkan untuk menghancur leburkan suku Tsaqif, yang telah menghina dan menganiaya beliau, maka perasaan kasih sayang yang memenuhi kalbu beliau, sang pendidik agung itu pun tergerak, kemudian beliau mengubah adzab dengan doa untuk mereka, “Semoga Allah melahirkan dari generasi mereka, orang yang menyembah-Nya.”
Anas bin Malik juga pernah berkata, “Saya tidak pernah melihat orang yang begitu menyayangi keluarganya, melebihi Rasulullah saw.”

Kedua, Sabar



 Sabar adalah bekal setiap pendidik. Setiap pendidik yang tidak berbekal kesabaran, ibarat musafir yang melakukan perjalanan tanpa bekal. Bisa jadi dia akan celaka, atau kembali.

Jika kita menelusuri biografi sang pendidik agung, Nabi saw ini, kita akan melihat bahwa beliau merupakan lambang kesabaran yang patut dikibarkan, sabar terhadap penganiayaan kaumnya yang dilakukan terhadap tubuh beliau, juga penyiksaan mereka terhadap nyawa beliau, sampai urusan (yang beliau emban) itu nampak jelas di hadapan mereka, dan kecemerlangan tujuan beliau pun terlihat dengan jelas di depan mata mereka. Maka, kebencian mereka kepada beliau pun berubah menjadi cinta, dan penganiayaan mereka berubah menjadi kasih sayang.

Ketiga, Cerdas

Seorang pendidik harus pandai dan cerdas (fathanah), sehingga dia bisa menganalisis masalah obyek didiknya yang sangat rumit. Jika masalah tersebut baik, dia bisa menjadikannya sebagai cara terbaik bagi obyek didik tersebut untuk mengembangkannya. Dan jika masalah tersebut buruk, dia bisa memilih cara terbaik untuk menyelesaikannya. Dia juga bisa menganalisis apa yang relevan dan tidak dengan obyek didiknya. Dia juga bisa memahami emosi jiwanya dengan melihat raut mukanya. Juga bisa memahami perbedaan-perbedaan pribadi di antara mereka yang begitu rumit. Sebab, tugasnya adalah menyelami relung  jiwanya melalui perbedaan-perbedaan tersebut, atau memanfaatkannya dengan maksimal untuk mengarahkan tiap individu pada hal-hal yang bisa diraihnya.

Rasulullah saw sebagai utusan Allah swt telah dihujani oleh Allah dengan sifat kecerdasan sebagai fitrah asal beliau. Seluruh analisis yang menganalisis kepribadian Rasulullah saw dan para ulama ushuluddin telah sepakat bahwa Rasulullah saw secara pribadi, serta Rasul-rasul yang lain mempunyai sifat cerdas.

Keempat, Tawadhu


Seorang pendidik harus bersikap tawadhu kepada obyek didiknya. Sebab, kesombongannya hanya akan menambah jarak antara dirinya dengan obyek didiknya. Dan, ketika jarak tersebut semakin renggang, maka pengaruhnya akan hilang.

Rasulullah saw – sebagai penghulu para pendidik – adalah orang yang paling tawadhu, hingga begitu tawadhunya sampai ketika beliau bertemu anak-anak, beliaulah yang terlebih dulu mengucapkan salam kepada mereka. Hingga ketika salah seorang budak perempuan Madinah meraih tangan Rasulullah saw,  dia pun bisa menggapainya dengan sesuka hatinya. Bahkan, ketika beliau bertemu seorang lelaki, beliau pun menyalaminya, dan tidak melepaskan tangan beliau sampai lelaki itu melepaskan tangannya. Beliau juga tidak memalingkan mukanya sampai lelaki itu memalingkan mukanya. (bersambung ke bag-2/pernah dimuat dalam Buletin Al-Qalam)

[Shodiq Ramadhan]
sumber : http://www.suara-islam.com

Sunday

kata kata bijak terbaru 3 2013

 

-Jangan habiskan waktumu untuk mencemaskan apa yang orang lain lakukan. Fokuskan dirimu pada apa yang kamu lakukan. Berikan yang terbaik!

-Jangan hiraukan dia yang membencimu. Terkadang dia membencimu hanya karena kamu tak memberi perhatian seperti yang dia inginkan.

-Jangan hiraukan mereka yang berbicara buruk di belakangmu, karena merekalah yang bodoh menghabiskan waktunya memikirkan tentangmu.

 -Jangan iri atas keberhasilan orang lain, karena kamu tidak mengetahui apa yang telah ia korbankan untuk mencapai keberhasilannya itu.

-Jangan jalani hidup ini dengan rasa benci di hatimu, karena hanya akan lebih menyakiti dirimu sendiri dari pada mereka yang kamu benci.

-Jangan katakan sulit. Ketahuilah; tidak ada yang sulit bila dikerjakan dengan sepenuh hati

kata kata bijak terbaru 2 2013



-Kebaikan seseorang tidak dinilai dr kcntikan tpi hatinya..bgaimanapun wjah kita,sbrapa buruknya kita tp kalo ht kita cntk smuanya akn menjadi cntk

-Jangan ucapkan janji yang tak bisa kamu tepati. Jangan katakan cinta jika tak tulus dari hati. Karena akhirnya seseorang akan kamu lukai.

-Jangan terus tangisi sesuatu yang bukan milikmu lagi. Kamu tak akan temukan bahagia jika kamu tak mampu bertahan dari sebuah luka

-Jangan berubah hanya karena ada yang tak menyukaimu. Jadi dirimu sendiri, akan selalu ada seseorang yang menyayangimu apa adanya

-Jangan biarkan dirimu terpaku dengan hubungan masa lalu, yang berakhir telah berakhir. Lebih baik temukan seseorang yang baru. MOVE ON!

-jangan biarkan hidupmu penuh dengan sedih, marah, dan benci. Bebaskan diri dari rasa sakit masa lalu, lalu mulai hidupmu lagi.

-Jangan biarkan orang yang membencimu menyakitimu. Biarkan orang yang mencintaimu memulihkanmu.

kata kata bijak terbaru 1 2013

 
-Terkadang,seseorang butuh waktu untuk menyendiri,berpikir apa yang telah dia lakukan dan mencari jawaban atas apa yang dia putuskan dalam hidupnya
- Yang dikagumi kadang tak mengerti, yang dirindukan kadang tak tau. yang dicintai kadang tak merasa. yang dinginkan kadang tak sejalan apa yang kita inginkan dan yang tak disangka kadang terjdi.

Itulah hidup, jadi jalanilah hidup sebijak mungkin
- PERPISAHAN. adalah hal yang menyakitkan TAPI
PERPISAHAN bukanlah akhir dari segalanya
-Keberhasilan itu datangnya dari kesabaran,kerja keras,tekun dan teliti

banner ads